Industri Pariwisata Ditangan Bupati Marianus

Ilustrasi

Perjalanan hidup Calon Gubernur NTT Marianus Sae, pada tahun 1988 memutuskan untuk merantau ke Bali. Berkat keuletan dan kegigihannya lantas menjadikannya seorang pengusaha sukses, sampai menjabat Direktur Utama sebuah perusahaan ekspor impor ternama di Pulau Dewata.

Pengalamannya di daerah tujuan wisata utama nasional ini lantas mendorongnya untuk kembali membangun daerah. Pada tahun 1994, Marianus kembali ke kampung halamannya Bajawa dan bekerjasama dengan Pemda Ngada untuk mengelola obyek Wisata Air Panas Mengeruda.

 

Sejumlah fasilitas pariwisata dibangun dan dioperasikannya namun sayang, di tahun 1997, Pemda Ngada secara sepihak memutuskan kontrak kerjasamanya, sehingga beliau memutuskan untuk kembali ke Bali.

Marianus lantas merintis bisnis kerajinan besi untuk diekspor dan ternyata berkembang pesat. Meskipun berhasil dirantau, beliau tetap peduli terhadap kemajuan pariwisata daerah sehingga di tahun 2003, Marianus mendirikan perusahaan CV. Flores Paradise, yang rutin mencetak buletin promosi pariwisata Flores.

Sumber Air Panas Boba Soka (Foto:Net)

Kepedulian Marianus Sae terhadap pembangunan pariwisata daerah telah mendorong Pemda Ngada pada tahun 2006 mengundang beliau sebagai narasumber pada sebuah workshop yang menghadirkan para Bupati dan Pimpinan DPRD se-daratan Flores dan Lembata.

Saat itu beliau memaparkan konsep ekowisata yang pada akhirnya para pimpinan daerah peserta workshop menandatangani sebuah dokumen kesepakatan bersama, yang intinya bahwa pariwisata Flores dan Lembata dibangun secara terpadu dengan konsep ekowisata.

Pada tahun 2007, Marianus Sae mulai mengembangkan bisnisnya di Labuan Bajo, yang bergerak sebagai suplier kayu jati sebagai bahan baku furniture ekspor dan selanjutnya merintis usaha transportasi wisata.

Perjalanan hidupnya ternyata mengantarnya menjadi Bupati Ngada tahun 2010. Di awal kepemimpinannya, Bupati Marianus turut serta mendorong ditetapkannya Master Plan Pembangunan Pariwisata Flores oleh Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan RI pada tahun 2011.

Kampung Tradisional Belaraghi (Foto:Net)

Dalam periode pertama kepemimpinannya sebagai bupati, beliau gencar melakukan pembangunan infrastruktur terutama berhubungan dengan sentra-sentra produksi pertanian dan kawasan-kawasan yang memiliki daya tarik wisata.

Secara kelembagaan, Bupati Marianus intens mengembangkan kerjasama dengan lembaga mitra seperti Swisscontact dan Indonesia Ecotourism Network guna mengawal pelaksanaan konsep ekowisata dalam pembangunan pariwisata daerah.

Di samping itu, beliau juga menjalin mitra kerja dari luar negeri seperti Rotary Club Canada dan Christian College Foundation Australia untuk persiapan SDM dan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan pariwisata terutama di desa-desa.

Seiring kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan Flores di NTT sebagai salah satu destinasi unggulan baru nasional pada tahun 2015, maka Bupati Marianus pun meresponsnnya dengan kebijakan di daerah. Pada tahun 2016, Bupati Marianus dan DPRD menetapkan dan membentuk Dinas Patiwisata dan Kebudayaan yang sebelumnya hanya berstatus bidang melalui sebuah Peraturan Daerah agar dapat mengembangkan sektor pariwisata secara intensif. Selanjutnya bersama mitranya, Pemda Ngada di tahun 2017 kembali menetapkan Perda tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Kabupaten Ngada Tahun 2017-2032.

Bukit Wolobobo (Foto:Net)

Tercatat di masa kepemimpinannya, Bupati Marianus Sae banyak membangun dan menata obyek wisata baru diantaranya Kampung Tradisional Belaraghi, Air Panas Boba Soka, Air Terjun Ogi dan Bukit Wolobobo yang kini telah ramai dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Konsistensinya dalam pembangunan pariwisata daerah dengan model ekowisata ternyata membuahkan hasil positif. Saat ini Kabupaten Ngada tercatat sebagai daerah yang secara kuantitatif menerima kunjungan wisatawan mancanegara kedua paling banyak setelah Kabupaten Manggarai Barat dan secara kualitatif merupakan daerah yang paling tinggi tingkat lama tinggal wisatawan mancanegaranya se-provinsi NTT.

Laporan : Wahyu 

sumber: http://www.floreseditorial.com

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »