Netizen: Rendahnya Mutu Pendidkan di NTT, Bukan karena Orang NTT Bodoh

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy

POS-KUPANG.COM- Pernyataan Mendikbud, Muhadjir Efendy  menanggapi laporan PISA yang menyebutkan kulitas pendidikan Indonesia terus menuai pro dan kontra di kalangan pengguna media sosial.

Perdebatan tersebut terlihat di grup Facebook Viktor lerik ( veki lerik) bebas bicara bicara bebas.

Seorang anggota grup pemilik akun Denny Yesdenary La Binte membagikan tautan yang berisi pernyataan Mendikbud yang menggantikan posisi Anies Baswedan tersebut.

Banyak anggota grup Facebook yang menyayangkan pernyataan Muhadjir namun tak sedikit netizen yang lapang dada dan menganggap pernyataan Muhadjir sebagai kritikan bagi pendidikan di NTT.

Tak hanya itu, beberapa netizen pun menilai mutu pendidikan di NTT rendah karena minimnya fasilitas dan masalah-masalah lainnya.

Mereka bahkan menyampaikan realita pilu pendidikan di NTT.

Gedung sekolah yang tak layak, sarana dan prasarana yang tidak memadai hingga minimnya tenaga pengajar.

Berikut ini komentar netizen yang berhasil dihimpun.

@ INdry Lasi Laykopan: Entahlah pasti ada bbrpa hal yg buat Pak Menteri blg seperti itu. Tapi Pak menteri sekali2 ke NTT liat kinerja smw pihak dulu msh byk sekolah2 d pelosok minim sarana dan prasarana.Tiap tahun ada saa d NTT sekolah2 yg rusak nah, buku2 snd lengkap, Minim guru, dll

@Makudji M Mahinu: Bgus, borok itu slah satunya adalah fasilitas pendidikn

@Elder Lando: Memang kenyataannya begitu pendidikan di ntt msh jauh terbelakang. salah 1 faktornya adalah sarana dan prasarana di dlm dunia pendidikan. semoga ke depan semakin diperhatikan.

@Yefta Haning: Tamparan buat pemimpin NTT …. Fasilitas pendidikan parah…. Fokus pada sarana pendidikan dan kesehatan

@Intho Langobelen: Bagaimana mau maju kalau nasib guru2 honor selalu di telantarkan dan tidak diperhatikan. Semoga dengan pernyataan ini maka bisa membuat semua pihak yg ada di NTT kembali berpikir untuk memajukan pendidikan di NTT

Satu di antara netizen, pemilik akun Robert Edward menambahkan bahwa siswa NTT tidak bodoh.

Ketertinggalan dalam berbagai hal adalah pemicu rendahnya mutu pendidikan di NTT.

@Robert Edward: NTT ini luas klo kbtlan pak mentri ambil sample siswa yg sekolah di kampung dgn fasilitas yg sangat terbatas ya wajar tp cb pak mentri ambil sample sekolah2 di ibukota kabupaten atau sekolah di kota kupang,,, beta kira penilaian sedikit berbeda,,, karena byk siswa kita di NTT jg py prestasi yg pantas diperhitungkan baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional… jgn pkir siswa di jawa pintar semua, sebenarx yg unggul dr mreka hy fasilitas pendidikan yg lengkap,,, jd klo mau fair ya pak mentri bangun fasilitas pendidikan yg sama smp di pelosok daerah… yah mudah2an NTT jgn dijadikan komoditas politik buat tambahan anggaran dgn label termiskin dan terbelakang… thanx

@Jecko Ajp: Sarana deng prasarana pendidikan blm merata semua pak menteri. Sekali2 dtg dululah ke kampung2 di NTT…. jgn cuma dgar laporan dari balik meja kantor saja pak. Msh bnyak faktor lagi pak selain saran dan prasarana yg belum merata.

@Charles Yusuf: Saya rasa pak menteri juga bertanggung jawab.. klo mmang benar kata pak menteri.. mungkin Sarana/Prasarana atau fasilitas Pendidikan yg kurang.. klo org NTT sy yakin PINTAR. (*)

Sumber: http://kupang.tribunnews.com

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »