Dinas Pariwisata Se-NTT Gelar Rakor

Laporan:Jen Salem
Rabu, 21 Februari 2018
Maumere, Flobamoraspot.com – Untuk menyatukan persepsi dalam mendorong berbagai Program di Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata Provinsi NTT menyelenggarakan Rapat Koordinasi di Maumere Kabupaten Sikka.
“Rapat Koordinasi yang dibuat sangat penting dalam menyusun strategi demi mengembangkan Pariwisata di masing-masing daerah”, kata Kadis Pariwisata Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dalam wawancara bersama Radio Tirilolok Kupang Rabu 21 Februari 2018.

Ia menyebut, peserta dalam kegiatan 3 hari itu yakni Kadis Pariwisata, Kepala Bappeda se-NTT dan Ketua Komisi II DPRD se-NTT yang membidangi Pariwisata, Asita dan HPI.
“Kita tau bahwa Pariwisata NTT merupakan sector unggulan Pemerintah Provinsi, sehingga Penyamaan Persepsi, menyatukan gerak langkah kita harus dilakukan”, jelasnya.


Ia mengatakan, Publik bisa menilai sejauh mana pengembangan Pariwisata di NTT, namun sejauh yang ia ketahui, Sektor pariwisata cukup mengalami kemajuan karena gencarnya Promosi yang dilakukan Pemerintah dan Rakyat NTT.

Ia mengatakan, kemajuan di dunia Penerbangan menambah daya tarik Wisatawan untuk datang ke NTT.

“ Dan kita lihat dengan majunya konektivitas Udara dari Jakarta ke Kupang dari pagi sampai malam, dari Kupang – Dili dan Wisatawan Internasional yang datang melalui Dilli cukup tinggi, kemudian dari Austalia, New Sealand, kemudian Negara-negara Pasifik Selatan bisa masuk ke Kupang melalui Dilli. Dan kemudian dari Denpasar, Jakarta Surabaya ke Labuan baju ada 26 Penerbangan dilayani Garuda, Lion Air dan Batik Air dan maskapai penerbangan lainnya, juga dari Surabaya, Jakarta denpasar menuju Sumba barat Daya”, urainya.

Kadispar Kabupaten Sumba Barat Daya Christofel Horo menjelaskan, kemajuan dunia Pariwisata harus menimbulkan dampak pertumbuhan Ekonomi secara global.
“Semua sector akan terkoneksi. Pertumbuhan Parwisata di NTT tidak parsial tetapi dia menyeluruh di seluruh Kabupaten Kota.
Menurut dia, Pariwisata harus dijadikan roh pemicu Pertumbuhan Pembangunan Daerah.

“Pariwisata sebagai icon pertumbuhan ekonomi harus disikapi oleh setiap rezim Pemerintah sampai daerah-daerah. Harus dijadikan roh Pemicu pertumbuhan daerah”, katanya.
Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Nusa Tenggara Timur Mesakh Toy mengatakan, Koordinasi di NTT sangat mahal karena NTT merupakan daerah Kepulauan, sehingga Pemerintah harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik.

Ia menyebut NTT memiliki sejumlah obyek Wisata yang bisa dijual kepada Wisatawan.

“Dari Barat Flores ada Komodo, Manggarai ada rumah yang sama dengan daerah Minangkabau, Ngada ada kampung adat Bena, di Ende ada situs Bung Karno, Kelimutu dan di Sikka ada bukit Nilo setinggi 26 meter. Ini sebagian potensi wisata kita yang bisa dijual”, kata Mesakh Toy.
Ia mengatakan, beberapa Even Nasional seperti Tour de Flores – TdF dan Tour di Timor – TdT telah menimbulkan dampak besar bagi pembangunan Infrastruktur di daerah.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »