Terkait OTT MS, KPK Tidak Ada Kepentingan Apapun

Laporan: Tim

jumat, 23 Februari 2018

KUPANG, flobamoraspot.com-Thoni Saut Situmorang, MM, Phd, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi bersama rombongan beberapa hari kedepan berada di NTT.

Kemarin, Kamis (22/2/2018) pimpinan KPK diberi kesempatan menggelar Kuliah umum di kampus Universitas Katholik Widya Mandira Kupang.

Disaksikan media ini kegiatan Kuliah umum di aula Fisip Unwira berlangsung seru. Berbagai pertanyaan menarik muncul pada saat itu. Jeremias Nipu salah satu peserta yang bertanya mengenai independensi KPK yang diragukan karena Operasi Tangkap Tangan ( OTT) terhadap Marianus Sae salah satu calon Gubernur NTT dari partai Koalisi PDIP dan PKB bertepatan dengan momen Pilgub NTT.

Terhadap pertanyaan ini, Saut menjelaskan bahwa KPK tidak punya kepentingan apa apa.
“Saya harus jelaskan bahwa KPK tidak punya kepentingan apa-apa. Kita tidak berada di warna ini atau itu, kita murni tegakkan hukum untuk berantas virus-virus korupsi,” tegasnya.

Mengenai OTT Terhadap Marianus tidak mungkin kami lakukan tanpa dasar dan bukti permulaan yang cukup. Sebab yang membuat geram KPK bahwa menjelang pilkada uang mengalir deras dan kuat dugaan kami sehingga kami menggali informasi,” jelasnya singkat.

Diakhir kuliah Umum Saut Situmorang yang ditemui media ini mengatakan, tidaklah mungkin KPK menangkap orang yang tak bersalah, apalagi Operasi Tangkap Tangan.

“Tidak mungkin kita menangkap orag yang salah. Jika salah, ada pra peradilan, namun sejauh ini hampir sebagian besar pra peradilan terhadap KPK dimenangkan oleh KPK,” Ungkapnya

Saut menjelaskan terkait kasus MS kedepan akan melewati serangkaian proses sehingga dirinya mengharapkan masyarakat juga mengikuti proses hukum yang ada terhadap Marianus Sae sehingga tidak ada penafsiran sepihak oleh masyarakat.

Selain itu, dirinya menginformasikan bahwa kehadiran KPK di NTT membawa tiga misi utama, pendidikan, pencegahan, dan penindakan.

“Kami datang ke NTT untuk tiga hal ini, Pendidikan melalui kunjungan ke lembaga pendidikan, pencegahan kami datang ke aparat penyelenggara negara memberi masukan dan gambaran bahwa yang sebenarnya seperti ini, seperti itu, sedangkan untuk penindakan kami kumpulkan informasi sebanyak mungkin jika mendapat minimal dua alat bukti yang cukup maka kami menindaklanjuti itu sebagai upaya pemberantasan korupsi,” terangnya.

Pada akhirnya, Saut menginformasikan bahwa salah satu cara yang efekstif memberantas korupsi adalah kembali pada kesadaran diri, integritas diri diutamakan, apa yang menjadi hak perorangan tetap hak perorangan apa yang menjadi barang milik umum tetap menjadi barang milik umum ternasuk uang rakyat.

 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »