Ribuan Orang Ikut Pawai Pembukaan Festival Komodo

Senin, 05 Maret 2018
Laporan : Jen Salem
Labuan Bajo, flobamoraspot.com – Mulai tanggal 5 – 10 Maret 2018, Dinas Pariwisata Provinsi NTT di bawah Koordinasi Kementrian Pariwisata RI menggelar Festival Komodo bertempat di Lapangan sepak Bola Kampung ujung Manggarai Barat. Even tersebut merupakan Program tahunan Pemerintah pusat dengan dana APBN. Rekanita Jein Salem dalam laporannya dari Labuan Bajo Senin 05 Maret 2018 mengatakan, Pembukaan Kegiatan tersebut diawali dengan Pawai diikuti ribuan orang dari kelompok seni seluruh NTT dan luar NTT antara lain, Etnik Lamaholot, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Barat, Manggarai, Paguyuban Sulawesi Selatan, Jawa, Pelaku pariwisata, masyarakat serta sekolah. Kadis Pariwisata Provinsi NTT Jelamu Ardu Marius dalam Sambutannya mengatakan, Festival Komodo merupakan salah satu dari 4 top Branding yang dimiliki NTT.
“Ada 100 top branding ya dan di NTT ada 4 antara lain Festival Komodo, Parade 1001 ekor Kuda di Sumba, Likurai di Kabupaten Belu dan Tour de Flores. Hari ini kita selenggarakan salah satu dari 4 Iven tersebut”, kata Doktor Jelamu Ardu Marius.
Ia mengatakan, secara Internasional Taman Nasional Komodo sangat terkenal karena terdapat Binatang langka, Komodo, salah satu dari 7 keajaiban Dunia.
“Secara Internasional kita tau Taman Nasional Komodo sangat terkenal dan mudah-mudah dengan hadirnya para wisatawan domestic dan Internasional dalam Festival ini NTT makin terkenal”, ujarnya.
Ia mengatakan, selain Komodo masih ada berbagai obyek wisata terkenal lain di Sumba, diving di Alor, Kelimutu, Selancar di Rote Ndao, yang membuat NTT makin banyak dikunjungi Wisatawan.
“Pulau Sumba kita tau Pulau terindah di dunia, juga danau kelimutu, Diving di Alor dan Surving di Rote Ndao dan ini semua akan sangat membantu pengembangan Pariwisata di NTT”, urainya.
Pariwisata NTT menjadi semarak di dunia setelah dinas pariwisata Provinsi dibawah kendali Doctor Jelamu Ardu Marius terus melakukan promosi melalui berbagai sarana termasuk melalui Radio Tirilolok Kupang.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »