Dispar NTT Gelar Lomba Paduan Suara Etnik di Ende

Selasa, 13 Maret 2018

Laporan: Jeane Salem.

Ende, flobamoraspot.com – Dalam rangka memperingati Bulan Soekarno tahun 2018 di Kabupaten Ende, Pemerintah melalui DInas Pariwisata Provinsi NTT bersama dinas Pariwisata Kabupaten Ende menggelar Lomba Paduan Suara Etnik. Lomba ini diikuti kelompok Paduan Suara Etnik dari berbagai daerah di NTT.
“Antusiasme masyarakat di Kota Ende begitu besar sehingga mereka dengan semangat mengikuti berbagai lomba”. Kata Kadis Pariwisata Provinsi NTT Dr. Jelamu Ardu Marius kepada Media ini sabtu malam (10/2/2018).
Menurut Jelamu, semula diharapkan ada 22 Etnik mengikuti Lomba Paduan suara dengan jumlah personil mencapai 135 orang namun yangberhasil mendaftar ada 10 Etnik dan terakhir yang mengikuti Lomba hanya 4 etnik yakni Ende, Sikka, Rote Ndao dan Sabu Raijua.
“Menjelang hari “ H “ enam etnik yang lain mengundurkan diri mungkin pesiapannya kurang matang ya”, tuturnya.
Agus, Salah satu anggota Tim Yuri yang diminta kesannya tentang antusiasme masyarakat untuk menonton penampilan para peserta mengatakan, lomba yang diselenggarakan, menjadi hal yang menyenangkan dan memberi semangat bagi seluruh masyarakat Ende.
“Partisipasi masyarakat cukup bagus dalam mengexpresikan kegembiraan , tekad dan komitmennya sebagai penghargaan jasa Soekarno melahirkan Pancasila melalui seni, yang merupakan ruang yang dibuka dinas Pariwisata NTT”, ujar Agus.
Seni Musik di kalangan anak muda NTT, lebih didominasi bakat alam dan pengembangannya harus dipikirkan bersama dan berkesinambungan. “Jangan hanya satu dua pihak saja yang diberi tanggungjawab tetapi seluruh masyarakat, Pendidikan, Pemerintahan harus ikut bertanggungjawab. Yang alamiah harus dijadikan cirri khas bahwa NTT merupakan provinsi Musik”, ucapnya lagi.
Paduan Suara Rote Ndao tampil sebagai Juara I dalam ajang Lomba Paduan Suara Etnik itu. “Kami bangga, meski tampil dengan berbagai kekurangan. Kami bertekad lebih maximal lagi di tahun-tahun berikut”, kata Frans, Koordinator Paduan Suara Rote Ndao.
Ia mengatakan, di Ende terdapat banyak sanggar Seni yang bergelut di bidang Seni suara. Pimpinan Paduan Suara Universitas Flores, Oston, yang dimintai Komentarnya mengatakan, kegiatan yang digelar merupakan kesempatan Promosi wisata Ende ke dunia.
“Masih banyak kekurangan dalam kegiatan ini kita harapkan ke depan disiapkan lebih baik lagi”, kata Ozton.
Emi, pimpinan PaduanSuara Etnik Sabu Raijua mengatakan, ia sangat terkesan dengan Lomba Paduan Suara Etnik yang diselenggarakan di Kabupaten Ende.
“Saya senang saya suka tapi harapan saya tahun berikutnya bisa dilaksanakan dalam Gedung Soekarno yang dibangun Pemerintah”, ujarnya.
Pengamat Musik NTT Friz mengatakan, ada nilai positif yang perlu ditimba dari pelaksanaan Lomba Paduan Suara Etnik tahun 2018 ini.
“Kami harapkan kegiatan seperti ini tahun depan harus tetap berjalan”, katanya.
Selain Lomba Paduan Suara di Kabupaten ende pada Sabtu pagi dilaksanakan Lomba Tracking dan Jumat malam sebelumnya diadakan Lomba Pidato ala Soekarno antar Pelajar. Kegiatan Pidato yang sama juga diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan dan perlindungan Anak Kabupaten Ende pada tanggal 13 – 16 Maret 2018. Para Juara akan dikirim ke Riau untuk mengikuti kegiatan tingkat Nasional.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »