Segera hadir Kuliner Khas NTT di Kota Kupang

Selasa, 13 Maret 2018

Laporan: Yasintus Fahik

Kupang, flobamoraspot.com – Saat ini terdapat pusat-pusat Kuliner di beberapa Kelurahan di Kota Kupang. Sebut saja di Kelurahan Solor Kota Lama dan Pantai Oesapa kelurahan Oesapa. Dua pusat Kuliner ini menawarkan Menu Umum bagi para pengunjung  baik dari Kota Kupang sendiri maupun daerah lain.

“Kita akan buka Kuliner Khas NTT. Ada Daging babi dan daging Anjing (RW) di sepanjang jalan R Suprapto, depan kantor Camat Oebobo. Jadi orang-orang yang datang ke Kota Kupang mau makan daging Babi atauAanjing tempatnya sudah ada. Kalo yang muslim ada tempatnya”, ujar Wakil Walikota Kupang Herman Man ketika membuka Musrenbang Tingkat Kecamatan Oebobo Selasa (13/3/2018).

Pusat Kuliner Khas NTT itu dilengkapi dengan Gambar  jenis Kuliner yang ditawarkan, sehingga diketahui pengunjung. “Supaya saudara-saudara lain tidak dekat. Saat ulang tahun Kota (April) Kita Lauching”, tuturnya lagi.

Pemerintah mendiorong sector Kuliner Khas NTT sebagai salah satu usaha yang mampu mendorong ekonomi masyarakat Kota Kupang terutama di malam hari. “Kasihtau mereka yang usaha warung Nasi Babi, Nasi RW untuk bergabung. Supaya ekonomi malam itu hidup”, pintanya.

Camat Oebobo Bernadinus Mere mengatakan,  langkah pertama yang dilakukan adalah identifikasi PKL yang sehari – hari menjual RW atau Sei Babi, untuk mengetahui berapa banyak PKL. “Kita utamakan Warga Oebobo kalo kurang kita minta dari luar. Kami akan bicarakan dengan ketua RT di Kelurahan yang ada”, jelas Dinus.

Kadis Perhubungan Kota Kupang Yogerens Leka mengatakan, jika benar  jalan Suprapto dimanfaatkan sebagai lokasi Kuliner Khas makanan NTT, tidak akan mengganggu alur lalulintas. “Kita bisa alihkan kendaraan melalui jalan Palapa lagian jalan Suprapto ini lebih banyak lokasi perkantoran sehingga tidak mengganggu arus lalulintas. Aktivitas di situ kan siang hari”, kata Leka.

Kadis Pariwisata Kota Kupang Ester Muhu menyambut baik rencana itu karena sangat mendukung dunia Pariwisata. “Tamu yang datang ke Kota Kupang yang ingin makan daging Babi dan Anjing bisa memuaskan keinginannya  di situ”, ujar Ester.

Langkah awal yang perlu dilakukan yakni penataan sehingga tempat tersebut menjadi  tempat wisata Kuliner yang menarik. “Tata tempat ini baik-baik biar indah dan menarik banyak orang”, pungkasnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »