Tempat wisata NTT di Pulau Rote Ndao Yang Indah

Rote Ndao, flobamoraspot.com – Pulau Rote dapat dijangkau lumayan mudah dari Kota Kupang. Transportasi laut dari dan ke Rote lumayan lancar, baik dengan memakai kapal feri ASDP “lambat” ataupun kapal feri cepat. Kapal feri beroperasi pagi dan sore hari. Kupang-Rote memerlukan waktu sekitar empat jam kalau memakai kapal feri ASDP, sedangkan kapal cepat memerlukan waktu sekitar dua jam. Jika memakai kapal feri cepat, akan Sandar di Dermaga Ba’a, ibu kota Kabupaten Rote Ndao, sedangkan kapal feri ASDP sandar di Dermaga Pantai Baru. Sebagai tambahan sekarang anda juga dapat berkunjung ke rote memakai pesawat terbang. Jika mau memakai kapal laut maka sebaiknya berkunjung di bulan juni dan juli jangan di bulan desember karena ombaknya sangat besar.
Beberapa Obyek Wisata di Pulau Rote :

Pantai Nembrala

Pantai Nembrala populer dengan ombaknya, banyak peselancar datang ke pantai ini untuk menguji ketinggian ombak dari pantai nembrala.

Ombak di pantai ini berskala internasional, oleh karena itu banyak wisatawan asing datang ke pantai ini. Pantai ini masih sepi dari kunjungan, hanya beberapa kunjungan di akhir pekan dan libur panjang. Pantai ini semakin dikembangkan untuk keperluan wisata, banyak fasilitas yang sekarang di sediakan, seperti beberapa pilihan penginapan yang bisa digunakan oleh pengunjung, dengan berbagai tarif. Mulai dari hotel hingga homestay. Meskipun sarana yang sedikit terbatas, namun Pantai Nembrala, Nusa Tenggara Timur layak diacungi jempol oleh para pengunjungnya termasuk anda tepatnya. Pantai Nembrala memiliki pasir berwarna putih, pantai ini juga disebut-sebut sebagai Kuta-nya Pulau Rote, anda bisa melihat keindahan pantai yang luar biasa di tambah pesona perkampungan yang ditumbuhi nyiur, pasir putih terus menghampar.
Pantai Bo’a

Pantai Bo’a adalah obyek wisata bahari yang sangat bagus untuk surfing karena ombaknya sangat cocok untuk surfing serta keindahan akan pasir putihnya.
Pantai dengan ombak nya yang sangat membuat para peselancar dibuat tergila- gila oleh Nya. Dengan 7 kali Putaran ombak dan merupakan Putaran ombak terbesar ke 2 setelah Hawai. Di pantai ini, tiap tahunnya tetap diadakan lomba selancar berstandar internasional yang tetap di ikuti oleh para penggila selancar dari belahan dunia yang biasanya dibuat antara bulan Oktober-September. Tempat wisata ini terdapat di Kecamatan Rote Barat, kira kira sekitar 7,5 km dari kota kecamatan.

Bukit Mando’o

Bukit Mando’o adalah sebuah tempat wisata populer Suku Lole yang cukup terkenal di Pulau Rote. Di puncak Bukit Mando’o kita dapat memandang keindahan kawasan pantai di Desa Kuli yang eksotis.

Hamparan laut yang bernuansa biru dan hijau menyatu dengan hutan bakau yang rimbun. Di arah utara kita juga dapat melihat perbukitan yang diselimuti oleh hutan. Untuk menuju puncak bukit ini kita harus melewati anak tangga yang jumlahnya 300 lebih. Inilah yang menyebabkan Bukit Mando’o lebih dikenal dengan Tangga 300. Spoiler for pandangan dari atas bukit

Pantai Oeseli

Pantai Oeseli adalah sebuah pantai pasir putih yang dihiasi dengan banyak batu cadas. Saking banyaknya, batu cadas ini bertumpuk dan menjadi satu, seolah gerbang pintu masuk raksasa ke Rote. Oeseli memiliki pantai yang masih bersih dan belum tercemar. Mungkin karena kurang diketahui banyak orang, yang menyebabkan pantai ini masih bersih. Bahkan, wisatawan lokal maupun mancanegara jarang terlihat di sini.

Padahal, pantai ini memiliki ombak yang tidak besar, jadi sangat nyaman untuk berenang. Pantai ini biasanya ramai dikunjungi anak muda dari Desa Oeseli pada hari libur. Ada yang menghabiskan waktu dengan duduk-duduk atau bermain air. Anak muda ini ada yang datang bersama keluarga, pasangan, atau pun kawan. Masuk ke dalam desa, Anda bisa melihat sebuah perkampungan yang dipenuhi dengan jemuran rumput laut. Karena letaknya yang tepat di pinggir laut, hampir seluruh penduduk Oeseli berprofesi sebagai petani rumput laut. Selain itu, warga Oeseli juga membuat air gula. Untuk mencapainya, Anda bisa berangkat dari Nerembala menggunakan mobil. Jarak yang harus dilalui adalah sekitar 20 km, dengan waktu tempuh 1 jam.

Pantai Mulut Seribu

Objek Wisata Pantai Mulut Seribu terletak di Kec. Rote Timur. Masyarakat disini menjadikan rumput laut sebagai mata pencaharian mereka sehari-hari, selain memangkap ikan.

Bagi wisatawan yang baru mengunjungi teluk mulut seribu selalu mengalami kesulitan atau tersesat pada saat keluar, sangat berliku – liku yang konon katanya ada tuannya yang menjaga menutup jalan keluar apabila para tamu yang masuk tidak meminta izin kepada pemilik.

Pantai Laviti 

Pantai Laviti berada di antara dua ujung pulau yang seperti melindungi pantai ini dari laut lepas.

Sinar berlian air laut saat mendapatkan pantulan sinar matahari semakin mengangkat cantiknya pasir putih di pantai ini. Private beach, pantai yang benar-benar jauh dari jangkauan manusia dan hewan. Benar-benar masih alami keindahkan yang disuguhkan oleh pantai ini. Tebing-tebing karang yang runcing dan tajam seakan menjadi benteng untuk melindungi pantai Laviti ini.
Danau Laut Mati

Obyek Wisata ini terletak di desa Sotimori Kec. Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao. Jarak yang ditempuh dari ibukota kabupaten ke daerah ini memakan waktu 90 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Laut Mati merupakan Obyek Daya Tarik Wisata yang sangat menyenangkan apabila kita menggunakan jet ski mengelilingi pulau-pulau kecil yang berada di dalamnya. Obyek Wisata ini memiliki keunikan antara lain pasirnya berasal dari kulit kerang (keong). Ikan yang hidup di dalamnya adalah ikan mujair (ikan air tawar). Berjarak + 65 km dari kota Ba’a dan dapat ditempuh dalam waktu + 1 jam 30 menit.
(Sumber: wisata-flores-ntt.blogspot.co.id)

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »