Dr. Jelamu : Hospitality Masih Jauh

Rabu, 28 Maret 2018

Laporan : Yasintus Fahik

Kadispar NTT, Ketua DPP PHRI, Ketua PHRI NTT menyaksikan pemukulan Gong tanda dimulainya Rakerda I BPD PHRI NTT di Hotel Ima Rabu 280318

Kupang, flobamoraspot.com – Hospitality atau Keramahtamahan menjadi sebuah tuntutan bagi dunia perhotelan, karena dengan keramahan, tamu yang datang merasa nyaman dan menimbulkan kesan mendalam tentang NTT sehingga mau datang dan datang lagi. “Hospitality di hotel-hotel di NTT masih jauh”tegas Kadis Pariwisata Provinsi NTT Dr. Jelamu Ardu Marius ketika membawakan Materi pada kegiatan Rapat Kerja Daerah, BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Provinsi NTT di Hotel Ima Rabu (28/3/2018)

Jelamu mengatakan, . Ketika di Labuan Bajo ia menegur. Security, Resepsionist dan pegawai Hotel karena tidak senyum. “Mungkin senyum kita senyum ekonomis ya supaya uang didompet tamuy keluar, tetapi itu harus dilakukan”, Resepsionist ramah masih jarang ditemui. Pengamatan sederhana ini sama dengan hasil Penelitian Ilmuwan dari Politeknik Undana. Sapta Pesona harus diperkuat. Saya minta semua DPD PHRI  untuk kumpulkan semua pengelola hotel di daerah  dan menyampaikan hal ini”, tandasnya.

Pada kesempatan itu ia mengapresiasi seluruh pengusaha hotel yang telah ikut berkontribusi membangun perekonomian Bangsa.”Terimakasih untuk semua hotel yang telah membantu pemerintah. Dan saya juga minta Hotel Perlu siapkan translate atau sarana penerjemah. Siapkan instrumenx sehingga tidak menyulitkan tamu ketika ada kegiatan penting menghadirkan tamu Mancanegara”, jelasnya.

Asiten I Sekda Kota Kupang Drs. Yosep Rera Beka mengatakan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia adalah suatu Badan yang memayungi keberadaan hotel dan restoran di Indonesia oleh karena itu dengan adanya rapat kerja antar hotel dan restoran ini diharapkan menjadi ajang bertukar pikiran dan dukungan dari masing-masing hotel atau restoran di seluruh provinsi .NTT, dengan tujuan untuk tercapainya kesinambungan antar hotel dan restoran yang kualitasnya terus ditingkatkan untuk,mendukung perkembangan pariwisata karena dalam putusan rapat kerja daerah ini dapat memberikan dampak positif padaPperekonomian dan pembangunan di.NTT.

“Melalui kegiatan ini juga saya harapkan dapat meningkatkan kerjasama antar badan pengurus provinsi dan daerah sehingga program-program dapat dilaksanakan bagi masyarakat NTT, oleh karena itu kerjasama antar tokoh agama dan masyarakat juga sangat penting sehingga program dapat di laksanakan dan dapat memberikan apresiasi yg baik bagi masyarakat NTT”, kata Rera Beka.

Menurut Rera Beka, pada tanggal 21 april 2018 dalam rangka Hari Ulang Tahun,Kota Kupang yg ke 22 dinas pariwisata akan melaksanakan wisata kuliner Bosa Se’I dan Luat (BSL) dengan pemakan terbanyak 20. 000 orang. “Saya minta Hote-hotel juga ikut mengambil bagian dalam kegiatan itu”, kata dia lagi

Ketua DPP PHRI Indonesia Haryadi Soekamdani mengatakan, PHRI  mengusulkan kepada Pemerintah untuk melakukan join Pasport atau kerja sama Sebagai salah satu asosiasi Pariwisata

agar adanya kerja sama yang baik antar hotel dengan pemerintah sehingga bisa mencapai target yang ditetapkan  oleh pemerintah.

” Target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2018 itu bukan hal yang mudah. Apabila di lihat dari perkembangan selama 72 tahun indonesia merdeka , kita masih kalah dengan negara lain “ujar Soekamdani.

PHRI menurut dia adalah Asosiasi di Bidang Patiwisata terbesar dengan jumlah hotel Berbintang 3. 000 lebih  dan 16.000 lebih hotel non Berbintang. “Dan inilah yang menjadikan sektor Pariwisata sebagai sector paling berpengaruh dalam membangun Indonesia. Melalui kegiatan ini PHRI meminta dukungan dari pemerintah khususnya dari dinas pariwisata dan Gubernur NTT untuk,mendukung betul-betul pariwisata di NTT”, tuturnya.

Ketua DPD PHRI NTT Fredy Ongkosaputra  mengajak para pemilik hotel untuk berdiskusi bersama mengenai kebutuhan-kebutuhan dari tiap-tiap hotel, seperti tenaga kerja, untuk  menunjang Perhotelan.

“Saya  juga sudah menyiapkan tenaga Instruktur di bidang perhotelan mulai dari bagian kecantikan , tata boga dan lainnya. Hal ini dilakukan agar dapat membantu masyarakat NTT untuk mendapatkan lapangan kerja”, pungkasnya.

 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »