Seni Rambu Tuka Warnai Pawai Etnik

Senin, 02 April 2018

Laporan : Ellena Christin

Rumah adat Toraja ikut dalam Pawai Paskah Bernuansa Etnik yang digelar Gereja Benyamin Oebufu Kota Kupang NTT

Kupang,flobamoraspot.com – Dalam rangka memeriahkan perayaan pesta Paskah tahun 2018 gereja – gereja melakukan berbagai kegiatan rohani, salah satunya yaitu pawai. Selain pawai obor ada juga pawai Paskah bernuansa etnik yang menampilkan berbagai macam kesenian dari setiap daerah yang ada di NTT.
Pawai etnik ini di lakukan oleh gereja Benyamin Oebufu Kota Kupang dan tahun ini merupakan kali ke-6 dengan tema ” Terpanggil menjadi hamba kebenaran yang menghargai perbedaan, memperjuangkan keadilan dan perdamaian.

Pawai Paskah bernuansa etnik bukan hanya melibatkan masyarakat NTT, tetapi juga dari daerah luar ,seperti Etnik Jawa, Minahasa dan Toraja.
“Dari Toraja kami menampilkan kesenian Rambu Tuka yang memiliki makna Kesukaan, karna Kebangkitan Yesus”, Kata Tiku Rerungan Sekretaris Gereja Toraja kepada flobamoraspot.com di Oebufu Minggu (1/4 2018).
Dalam kegiatan Pawai Perdana ini, Etnik Toraja membawa serta seekor babi dan juga Letoan yang melambangkan kesukacitaan,
“Kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Toraja menjelang Paskah atau ingin mendirikan rumah, kami mempersembahkan kurban berupa babi sebagai tanda kesukacitaan”, tuturnya

Masih menurut dia, hewan yang dibawa akan dibunuh setelah Pawai. “Terus kami bagi-bagi kepada orang-orang yang tidak mampu dan diatara kami orang Toraja sendiri”, ujarnya.
.
Tahun ini merupakan awal Jemaat Gereja Toraja mengikuti pawai Paskah, “Tujuannya juga untuk memperkenalkan kepada masyarakat NTT bahwa saat ini gereja Toraja sudah ada di tengah-tengah masyarakat. Liturgy sama dengan GMIT ” ujar Rerungan.

Gereja Toraja baru berdiri di bulan Desember 2016, mereka mengaku sangat senang karena diundang untuk ikut serta dalam pawai ini. “Rasanya senang karna kami,diundang untuk ikut serta merayakan paskah bersama masyarakat, sodara basodara, kita sama-sama merayakan kebangkitan yesus” ujar Rerungan di sela-sela persiapan pawai di gereja Benyamin Oebufu.

Jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan pawai ini 100 org dari 2.000 Keluarga yang ada di kota kupang. “Tidak banyak ya. Mungkin tahun depan akan lebih banyak”, pungkasnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »