BSL Harus Jadi Icon Pariwisata Kota Kupang

Jumat, 20 April 2018

Laporan : Ellena Christine

Kupang, flobamoraspot.com –  Kota Kupang tahun 2018 ini memasuki usia ke-22. Untuk mengisi Acara Akbar ini Pemerintah melakukan berbagai even, sebelum sampai pada puncaknya 25 April 2018. Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dalam Ketrangan Pers kepada sejumlah media di Ruang Rapat Garuda Balai Kota Kupang Jumat 20 April 2018 mengatakan, ada berbagai kegiatan yang dilakukan antara lain Pembersihan Kota, Lomba Tarian daerah, Kompetisi ayam laga, Lomba Burung Berkicau, Pameran Buku, Pameran Lukis Sirih Pinang, Panggung hiburan dan Festival Bose, Se’i dan Luat – BSL.
“BSL akan menjadi Icon Pariwisata Kota Kupang dan untuk membuatnya Viral, Pemerintah, seluruh OPD, BUMN dan BUMD dan 180 lebih Peserta lainnya akan menyiapkan BSL bagi sekitar 10 – 20 ribu masyarakat Kota Kupang”, kata Walikota Kupang Jefri Riwu Kore kepada sejumlah media desk Kota Kupang.
Ia mengatakan, kupon makan sudah disebarkan di kantor Kecamatan dan para peserta BSL di stand masing-masing.
“Jagung bose belum populer di kalangan pencinta Kuliner, sehingga saya mengajak seluruh masyarakat, datang ke Arena Car Free Day untuk menikmati BSL secara gratis. “BSL disiapkan peserta”, ungkapnya.
Ia mengatakan, Program ini merupakan ide Badan Ketahanan Pangan sehingga Pemerintah harus mendukung.
“Ini merupakan upaya pelestraian pangan lokal dan nilai-nilai budaya setempat”, katanya.
Ia berharap, dinas Pariwisata Kota Kupang dapat melihat BSL sebagai Program penuh Kreativitas dan bisa merancang kelanjutan dari Festival BSL dengan menyiapkan Area khusus bagi Kuliner BSL. “Dinas Pariwisataharus kreative ya. bisa ajukan dana ke Kementrian Pariwisata”, harapnya. Pelaksanaan Festival BSL mendapat perhatian dan mendapat penghargaan dari LePriD.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »