NTT Akrab dengan Bencana

Jumat, 20 April 2018

Laporan : Ellena Christine

Kupang, flobamoraspot.com – Forum Pengurangan Resiko Bencana selama dua hari menggelar Musyawarah Daerah II Forum Pengurangan Resiko Bencana – FBRB di Hotel Amaris Kota Kupang.

“NTT akrab dengan bencana”, Kata Gubernur NTT Drs. Frans Leburaya ketika membuka kegiatan FPRB di Hotel amaris Kota Kupang Kamis (19/4/2018).

Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik geologi, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial budaya, politik, ekonomi dan teknologi. Yang berimplikasi dapat mengurangi kemampuan mencegah dan meredam dampak buruk bahaya atau ancaman bencana.

Menurut Gubernur Leburaya, salah satu wujud kongkrit dari upaya pembangunan kesiapsiagaan masyarakat dalam rangka pengurangan resiko bencana adalah, melalui penguatan kelembagaan. Forum pengurangan risiko bencana baik di Kabupaten/Kota dan Provinsi NTT sebagaimana yang dilaksanakan kali ini di Kota Kupang yang merupakan ” care dan share ” regulasi dalam penguatan kapasitas pelaku – pelaku pengurangan resiko bencana ditingkat lokal menjadi kunci sukses sekaligus kebutuhan mendesak untuk menciptakan ketangguhan dalam menghadapi bencana.

Ia mengatakan, keberadaan Forum PRB menjadi penting dan strategi karena melibatkan unsur Pemerintah, Dunia Usaha, Masyarakat, dengan harapan mampu menjadi titian penghubung dalam mengoptimalisasi peran dan keterlibatan semua unsur penanggulangan bencana di daerah ini.

Didalam sambutannya Gubernur 2 periode ini berharap, program dan kegiatan yang dilaksanakan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, pemangku kepentingan, stakeholder, dan masyarakat benar – benar dapat memberikan hasil maksimal bagi peningkatan ketahanan masyarakat pada daerah yang rawan bencana.

Pada hakekatnya, menurut Gubernur Frans, pembentukan Forum PRB sejatinya mempunyai tujuan dan sasaran yang bermuara pada menjaga, merawat investasi Pemerintah dari ancaman bencana. Untuk itu kepada peserta harus secara sungguh – sungguh mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dalam upaya pengurangan risiko bencana di daerah ini.

Sementara, Plt Ketua Forum pengurangan risiko bencana( PRB) Provinsi NTT, Torry Kuswardono mengatakan, Forum ini terbentuk untuk membangun sinergi diantara 3 pihak yaitu Pemerintah, Swasta dan Masyarakat. Untuk itu katanya, harus dibangun kolaborasi yang sehat dan saling mendukung dan juga sebagai arena persahabatan antara Masyarakat, Pemerintah dan Swasta. Dirinya juga berharap didalam urusan bencana ini yang mottonya, ” bencana adalah urusan semua orang “, harus ada kepedulian semua pihak untuk bertindak mengurangi resiko, sehingga tidak terjadi korban jiwa dan harta benda apabila terjadi bencana.

 

 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »