POTRET WISATA DI NEGERI TANAH TERJANJI (2)

Frans Lebu Raya : Hewan Komodo Tidak Ada di Surga

Sabtu, 21 April 2018

Laporan:Yasintus Fahik

Gubernur NTT Drs. Frans Leburaya

Kupang, flobamoraspot.com – MENJADIKAN NTT – Negeri Tanah Terjanji- di sector kepariwisataan bukanlah lantunan kata tanpa makna. Sebagai wilayah kepulauan yang bertebaran ratusan pulau besar dan kecil entah bernama juga no name juga pulau yang berpenghuni maupun yang tidak berpenghuni. Kesemua pulau-pulau yang ada dan berjejeran bak ratna mutu manikam inilah membalut satu nama lagu FLOBAMORA yang kaya dengan  potensi alam dan budaya yang beragam.

Disini ada FLOres yang dikenal dengan sebutan Nusa Nipa atau Nusa Bunga dan kepulauan yang mengapitnya adalah pulau Lembata yang sudah otonomi. Dan Adonara dimana menuju daerah otonomi baru/DOB namun sedang dimoratorium. Serta pulau Solor juga pulau-pulau kecil sekitarnya). Berikut, SumBA yang dikenal Sandlewood dengan megalitik dan Pasola-nya.

Berikut TiMOR dengan sebutan Cendana Wangi dan meliputi pulau Rote, kabupaten otonomi yang memiliki alat music Sasando dan sudah go internasional itu. Juga Pulau Sabu yang juga sudah otonomi dengan tarian tradisional Padhoa. Serta pulau Alor atau dengan subutan Nusa Kenari yang terkenal dengan pulau seribu Moko. Itulah Flobamora.

Ada beragam obyek wisata alam baik yang terpampang di permukaan juga yang terendam di dasar laut nan membiru. Juga obyek wisata budaya antar etnis (agama/religi) yang meskipun satu kabupaten terdapat ratusan etnis di dalamnya namun hidup saling berdampingan satu diantara yang lain. Dalam mana semua kenyataan yang ada NTT dipandangnya sebagai miniatur-nya Indonesia.

Itulah sebabnya Gubernur Frans Lebu Raya selalu memperkenalkan NTT ke kancah dunia.  “Kami NTT yang meskipun berada di dua sisi negara, Timor Leste dan Autralia. Tapi kami masih tetapi selalu dan senantiasa setia pada NKRI – Pancasila – UUD 1945 – dan Bhineka Tunggal Ika. Tolong pemerintah pusat perhatian kami juga,”ungkap Gubernur Frans Lebu Raya ketika pameran budaya se-Indonesia di Kupang beberapa  waktu lalu.

Lagi-lagi Gubernur NTT dua periode ini hampir di semua kesempatan selalu memperkenalkan NTT kemana-mana. Bahwa NTT jangan lagi dipandang sebagai Negeri Tidak ber-Tuan. NTT jangan lagi diplesetkan dengan sebutan miskin dan terbelakang sumber daya atau Nasib Tidak Tentu dan Nanti Tuhan Tolong. Akan tetapi NTT adalah Negeri Tanah Terjanji, Negeri Terindah Toleransi-nya juga Nusa Tiada Tara. Dan NTT adalah ­New Tourism Territory. 

Gubernur Frans Lebu Raya secara santun menyentil kalau siapapun dia sebelum meninggal dunia, datanglah ke NTT. Karena di NTT hanya ada satu-satunya hewan komodo di dunia. “Binatang komodo ini tidak ada di surga, dia hanya ada di Labuhan Bajo NTT Indonesia. Jadi sebaiknya datang (menujulah) ke NTT sebelum kelak menuju surga,” kata Lebu Raya.

(Baca juga, Marius Jelamu: Pantai Pede Tidak Berdampak Positif  Salibkan Saya)

Berbagai jargon menyebut NTT Negeri Tanah Terjanji, dan seterusnya bukan juga isapan jempol semata. Tapi yang pasti NTT menyimpan harta karun akan obyek-obyek pariwisata (destinasi) yang sudah, sedang, dan akan dibangun. Dari potensi pariwisata bak mutiara terpendam ini pulalah memantik jutaan wisatawan mancanegara. pemerintah RI meletakan NTT sebagai New Tourism Territory dalam pembangunan nasional. Faktanya di Flores bagian barat yakni Labuan Bajo (Kabupaten Manggarai Barat) terdapat Pulau Komodo ditetapkan menjadi salah satu dari 10 destinasi baru di Indonesia. +++ (bersambung)

Sumber:Citra-News.com/Martin Radja

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »