Paulus Pangka: Festival BSL Cetak Rekor Dunia

MINGGU, 22 aPRIL 2018

Laporan : Yasintus Fahik

Kepala Lembaga Prestasi Indonesia DUnia Paulus Pangka menyerahkan Penghargaan kepada Walikota Kupang.

Kupang, Sabtu 21 April 2018 menjadi peristiwa bergengsi yang ditorehkan Kota Kupang. Dari Kota ini lahir Rekor Dunia dalam hal Kuliner berbahan baku Pangan lokal. “Festival BSL telah mencetak tidak hanya di NTT atau Indonesia tetapi Rekor dunia”, kata Kepala Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LePriD) Paulus Pangka SH, sebelum menyerahkan Penghargaan kepada Walikota, Wakil Walikota dan Pejabat yang hadir pada Festival Bose Se’I dan Lu’at di Jalan El Tari Kota Kupang.

Ia mengatakan, ketika memasuki area Festival ia menemui sangat banyak masyarakat Kota Kupang yang memadati arena yang biasa dipakai masyarakat untuk berolah raga setiap hari Sabtu  itu.

“Saya baru melihat festival sebesar ini yang dihadiri oleh 30 ribu lebih masyarakat Kota”, katanya.

Walikota Kupang Dr. Jefirtson Riwu Kore  menjelaskan, BSL adalah makanan khas NTT yang harus dilestarikan sehingga pemerintah kota kupang mengangkat kuliner tersebut pada event perdana ini.

“ Kita jadikan BSL sebagai ikon kuliner Kota Kupang sehingga para pengunjung yang datang dari luar daerah akan mencari yang namanya Bose, Se’i dan Lu’at”, ujar Mantan Anggota DPR RI itu.

Ia tidak lupa mengpresiasi Panitia yang bekerja maximal meski tanpa dana.

“Saya mengapresiasi kerja keras panitia FBSL yang bekerja tanpa dana. Dana yang di gunakan untuk kegiatan ini bukan berasal dari dana APBD tapi dari hasil kreativitas panitia”, kata Jefri saat membuka kegiatan tersebut.

Festival BSL akan menjadi tradisi yang dilakukan setiap tahun di Kota Kupang.

Ketua Panitia Festival Klementina Sungkono memohon maaf kepada seluruh masyarakat yang hadir. “Saya mohon maaf karena yang hadir melebihi target sehingga banyak yang tidak mendapat Kupon makanan”, ungkapnya.

 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »