POTRET WISATA DI NEGERI TANAH TERJANJI (4)

Rabu, 24 April 2018
Laporan : Yasintus Fahik

Mengungkap Fakta NTT – Nusa Tiada Tara

Danau Kelimutu di Ende Flores.

DALAM agenda pembangunan nasional di Provinsi NTT pada era Presiden Joko Widodo, ada beberapa fakta pendukung dari sebutan NTT – NUSA TIADA TARA. Obyek-obyek wisata alam di Provinsi NTT yang menjadi nilai jual dan sudah go internasional selain Komodo di Labuan Bajo-Manggarai Barat. Juga Danau Kelimutu yang terletak di Kabupaten Ende Flores.

Danau yang berada di kawah gunung Kelimutu itu memiliki tiga liang dengan warna dasar masing-masing yaitu merah-putih-biru. Namun warna-warni ini berubah-ubah sewaktu-waktu. Warna merah bisa berubah jadi merah tua, warna puti bisa berubah jadi putih susu atau coklat mda hingga coklat tua. Demikian juga warna biru bisa jadi biru muda, biru langit, biru laut, atau biru legam (biru tua).

Mengapa ada tiga warna. Konon dahulu kala (cerita turun temurun yang menjadi warisan mosalaki riabewa setempat) kalau masing-masing warna itu melambangkan kehidupan manusia yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Warna merah disebut ‘Tiwu Atapolo’ (danau setan); warna putih dsebut ‘Tiwu Atabupu’ (danau orangtua); dan warna putih atau disebut dengan bahasa daerah Lio ‘Tiwu Ko’ofai Nuwamuri’ atau warna danau yang melambangkan kehidupan kaum muda mudi.

Bahkan ada syair lagu Kelimutu dalam bahasa Lio Ende. //Kelimutu sai nala mulu//Tiwu telu so’o jole jeku//Tiwu telu dedu//Atapolo atabupu nuwamuri jengu//Dedu kami le dedu kami…// Dalam terjemahan bebas yang artinya, Kelimutu sejak dahulu kala. Tiga danau dalam satu kesatuan yang utuh. Kabarkan danau tiga warna Kelimutu ke semua manusia. Danau tiga warna nan unik. Jangan bosan-bosannya untuk mengumandangkan Danau Kelimutu keseluruh penjuru dunia. Kabarkan kami terus..terus.. dan terus. Kalau kami bertiga hanya ada di Flores – Nusa Tenggara Timur – Indonesia.

Oleh karena obyek hewan Komodo dan Danau Tiga Warna Kelimutu adalah asset nasional maka terus dijaga dan dilestarikan. Sehingga barang siapa yang melanggar aturan perundang-undangan (terkait flora dan fauna) yang ada maka praktis dikenai sanksi pidana. Karena merupakan taman nasional maka dana APBN setiap tahunnya terus digelontorkan. Bila dikalkulasikan secara matematis maka tidak sedikit juga income yang didapat negara.

Untuk itu adalah wajar jika di Era Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Provinsi NTT dijadikan salah satu wilayah pengembangan kawasan strategis nasional. Dengan spot pengembangan di Taman Nasional Komodo Labuan Bajo – Flores di Kabupaten Manggarai Barat. Bahkan menjadikan Labuan Bajo salah satu dari 10 destinasi baru pariwisata Indonesia. Dengan menjadikan NTT – the News Tourism Territory, sesungguhnya telah menarik gerbong pembangunan nasional dalam kerangka mewujudkan salah satu cita-cita kemerdekaan Indonesia yakni memajukan kesejahteraan umum. +++ (bersambung ke Bagian 5)

Sumber : Cita-news.com/Penulis *) : marthin radja 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »