Frans Leburaya: Sejak Awal Saya Komit Wujudkan Provinsi Ternak

Kamis, 26 April 2018

Laporan : Ellena Christin

Kupang, flobamoraspot.com –   Menjadi Provinsi Ternak merupakan diimpian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sejak awal memimpin NTT, Gubernur NTT Drs. Frans Leburaya selalu mendorong dinas Peternakan untuk bekerja dan terus bekerja mewujudkan Provinsi Ternak. “Sejak Awal saya Komit Wujudkan NTT Sebagai Provinsi Ternak”, kata Leburaya ketika membuka kegiatan Rakor Dinas Peternakan di Hotel Silvia Rabu (25/4/2018) malam.

Berbagai Program diluncurkan semisal menyelamatkan Sapi Betina Produktif dilakukan sehingga tidak dijual ke luar daerah, walaupun kabupaten-kabupaten terus  mendesak agar ada tambahan kuota.

“Karena alasannya jelas juga, masyarakat mau jual untuk anak sekolah, mau sambut baru kalo kita tidak kasih salah. Masyarakat mau jual kenapa kita larang”, katanya.

Masih menurut dia, saat ini jumlah petani peternak sudah lebih banyak dibandingkan sebelumnya. “Kita dukung, kita dorong supaya lebih terarah jangan sampai yang produktif juga dipotong. Ada alasan kaki patah dan lain-lain”, tutur Suami Adinda Dua Nurak itu.

Ia menyebut Program Anggur Merah yang diluncurkan sebagian besar anggotanya berusaha di bidang ternak.”Saya lihat sekitar 80 persen proposal itu di bidang ternak”, ujarnya.

Kepala Dinas Peternakan NTT, Ir Dhani Suhadi,mengatakan, Sejak dicanangkan sebagai Prov Ternak pada tahun 2008 hingga saat ini, memberikan dampak positif bagi populasi ternak sapi di NTT.

Ia mejelaskan, Perhatian dan keberpihakan Kebijakan yang besar dari Gubernur Frans Lebu Raya secara terus menerus menghasilkan dampak maju dan keberhasilan Kerja Dinas Peternakan NTT berupa:

Pertama, Kemajuan dalam tata kelola peternakan dan Usaha Tingkat maayarakat, melalui Program Anggur Merah mencapai jumlah Usaha ekonomi berbasis Usaha ternak 65% yang tergabung dalam wadah Koperasi berjumlah 3.101 terdiri atas 6.000 kelompok Usaha ternak Besar dan ternak kecil.

“Kedua, Nilai Tukar Peternak Terus meningkat 2013 mencapai 1,01 dan 2017 mencapai 1,06”, kata Suhadi.

Ketiga, Populasi Ternak Besar di Tahun 2009 mencapai 577.552 ekor, Tahun 2013 populasi neningkat 823.123 ekor dan di Akhir Tahun 2017 telah mencapai 1.007.608 ekor sehingga telah melampaui Target RPMJD NTT Tahun 2013-2018 Tekad Prov Ternak 1 Juta ekor sebagaimana yang dicanangkan Gubernur NTT.

“Keempat, Kerja sama Antara Gubernur DKI Saat itu, Joko Widodo dan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, pengembangan sapi dan penyediaan daging sapi NTT bagi DKI Jakarta dengan Kapal Tol Laut Cemara Nusantara. Kerja sama Juga telah diikuti oleh Jawa Timur, Bengkulu dan Kalimantan Timur”, tambahnya lagi.

Kelima, Tata Niaga Pengelolaan Ternak antar pulau dan antar Propinsi periode tahun 2008-2013 sebesar 246.869 ekor sapi dan Tahun 2013-2018 meningkat menjadi 308.114 ekor sapi atau meningkat 6,20% per tahun

Keenam, Cakupan sasaran pengiriman ternak yang sebelumnya 4 provinsi bertambah menjadi 11 propinsi yakni DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Banten, Bengkulu, Riau dan Papua

Ketujuh, Peningkatan Kesejahteraan Rakyat berupa pemenuhan kebutuhan Lokal Sejak di Tahun 2013 43.151 ekor dan tahun 2017 angka pemotongan mencapai 50.647 ekor atau meningkat 4,3 %

Kedelapan, Upaya peningkatan Pelayanan Publik bagi Kesehatan hewan berupa Rumah Sakit hewan untuk rawat Jalan dan rawat inap, Serta penitipan hewan.

“Dan terakhir adalah, Investasi bidang peternakan di Kab Sumba Timur dan Rumah Potong Hewan Modern di Kupang

 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »