Gebyar SMK Kembali Digelar

Selasa, 01 Mei 2018

Laporan : Ellena Christine

As I Sekda NTT Mikhael Fernandez didampingi Kadis Pendidikan Yohana E Lisapaly dan Sekretaris Dinas Pendidikan ALo Min dan beberapa pejabat saat menekan tombol Pembukaan Gebyar SMK.

Kupang,flobamoraspot.com- Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2018 , pemerintah NTT mengdakan berbagai kegiatan salah satunya adalah GEBYAR SMK yang melibatkan 30 SMK se-NTT.

Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Sekda NTT Mikael Fernandes ketika membuka kegiatan tersebut di halam IH Doko Senin 30 April mengapreasi  even tahunan ini.

“Karna melalui kegiatan ini anak-anak SMK  bisa menunjukkan kreativitas mereka sebagai pemilik masa depan bangsa”, kata Leburaya.

Gebyar SMK merupakan sebuah kegiatan yang membanggakan karena SMK sudah memberikan masa depan untuk anak muda melalui berbagai hasil karya.

Dia mengatakan, pendidikan adalah kunci pembangunan sekaligus peradaban dari suatu bangsa. “Pembangunan pendidikan juga merupakan suatu upaya yang menjadikan manusia seutuhnya yakni manusia yang memiliki sikap dan pengetahuan dengan tetap menjunjung tinggi nilai dan norma yang berlaku dimasyarakat”, ujar Gubernur yang akan mengakhiri masa jabatannya Juni 2018 itu.

Frans menambahkan, melalui kegiatan ini siswa SMK menunjukkan kreativitas dari masing-masing skolah.

“ gebyar SMK merupakan event yang mendorong produktivitas siswa dan mampu menghasilkan produk inovatif, enterpreneur membentuk perilaku siswa agar dapat berperilaku positif dan mengurangi perilaku hidup konsumtif”, tandasnya.

Dunia SMK sangat dibutuhkan di dunia kerja karna SMK sudah terbukti sebagai tingkat menengah di dunia kerja di bidang keahlian yang diminati.

“tidak ada kata menyerah selagi hayat masih dikandung badan , teruslah mengejar mimpi itu tinggal bagaimana kita memfungsikan pendidikan ” tegas gubernur Frans.

Ia menambahkan, kemampuan untuk menghadapi masa depan itulah yg perlu ditumbuhkembangkan dalam proses pendidikan.

Frans Leburaya menegaskan,  menjaga kualitas pendidikan bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga tugas orangtua dan masyarakat pada umumnya sehingga persaingan di dunia pendidikan memang benar-benar  memiliki persaingan yang handal.

“Jika kualitas pendidikannya baik maka kuantitasnya juga baik ” ujar Suami Lusia Adinda Dua Nurak itu. Kegiatan ditutup dengan pembakaran kembang api di depan alun-alun IH Doko.

 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »