Kontes Sapi, Motivasi Peningkatkan Kualitas Ternak

Kamis, 10 Mei 2018

Laporan: Ellena Chritine

Kontes sapi di Kabupaten TIMOR  TENGAH SELATAN

Oetune, flobamoraspot.com – Kontes sapi yang sudah menjadi agenda tetap dari pemerintah provinsi NTT melalui Dinas Peternakan Provinsi NTT. Even ini dilakukan setiap tahun, dan pada tahun 2018 berlangsung di Pantai Wisata Oetune Desa Tuafanu Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan Rabu, (9/5/2018) dengan Thema “SAPI KU UNGGUL, PETERNAK SEJAHTERA, NTT MAJU, INDONESIAJAYA”.

Gubernur Frans Leburaya dalam sambutan nya mengatakan, kontes ternak sapi ini merupakan suatu motivasi untuk meningkatkan peternak menjadikan ternaknya lebih baik, lebih gemuk, dan menghasilkan berat badan 320 kg baru boleh dikirim ke luar.

Gubernur mengharapkan agar para inseminator mandiri harus membantu UPSUS SIWAB.
“jangan jual sapi betina produktif namum terus mendorong koperasi ternak dan juga menjadikan NTT sebagai Provinsi ternak ” kata Frans Leburaya.
Disampaikan pula, harus ada terobosan untuk meningkatkan peternakan di NTT, sebagaimana di ketahui bahwa ternak sapi di dominasi di NTT dengan jumlah satu juta lebih ekor sapi.

”Ternak adalah harga diri dari warga NTT karena ternak merupakan bagian dari rakyat NTT. Sesuai data ada 548 ekor sapi kini meninggkat mencapai 1.027 ribu ekor. ” jelas Gubernur dua periode ini.

Di kesempatan yang sama, Bupati TTS, Paul Mela juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah provinsi dimana telah memilih dan melaksanakan kontes ternak sapi di Kabupaten TTS yakni di Pantai wisata Oetune.

Paul Mela mengatakan bahwa kontes yang diselenggarakan mendorong petani ternak meningkatkan kualitas dan bobot sapi agar menjadi gemuk sehingga menjadi komoditi unggulan dari TTS. Dikatakan pula, TTS merupakan kantung produksi sapi dan petani peternakan lebih banyak berada di TTS.
”Tenaga peternakan seperti dokter hewan sangat di butuhkan dan perlu di siapkan, oleh sebab itu, harapan kami silahturahmi antara para peternak dan Dinas peternakan senantiasa di lakukan karena sebagaimana diketahui sub sektor peternakan menjadi leading sector. ” pungkas Paul Mela.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, ir. Dani Suhadi dalam sambutannya yang di bacakan ketua panitia, ir. Tay Renggi, mengatakan, Tujuan Pelaksanaan Kontes Ternak adalah, Memotivasi peternak untuk memproduksi ternak bibit dan ternak potong yang berkualitas, Memberikan apresiasi penghargaan kepada para peternak yang berprestasi untuk menghasilkan bibit ternak yang unggul dan produktif serta ternak potong berkualitas dan Sebagai ajang silahturahmi dan tukar pendapat, menambah wawasan bagi peternak, petugas dan stakeholders peternakan yang hadir.

“ Tujuan lainnya yakni, Sebagai bahan evaluasi bagi para petugas dan penentu kebijakan
terhadap perkembangan peternakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Melakukan promosi
bibit ternak serta ternak potong yang berkualitas, Menarik perhatian masyarakat peternak dan para pengusaha untuk turut aktif mengembangkan peternakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur’,katanya.

Dani suhadi lebih lanjut mengtakn, dalam kontes ternak sapi yang berlangsung ada beberapa kategori yang di lombakan yakni, sapi Bali jantan bibit, sapi Bali betina bibit, sapi Bali betina induk, sapi Bali jantan penggemukan, sapi Bali jantan cros penggemukan atau silang sapi Bali, sapi Ongole jantan bibit, sapi Ongole betina bibit, sapu Ongole betina induk, sapi Ongole jantan penggemukan dan sapi jantan kelas super.
”Salah satu tekad pemerintah Provinsi NTT adalah menjadikan Provinsi NTT menjadi Provinsi ternak oleh sebab itu Dinas peternakan Provinsi NTT mengupayakan peningkatan populasi ternak dan menargetkan ternak sapi mencapai populasi satu juta ekor pada akhir tahun 2018. ” jelas Dani suhadi.

Hadir pada even terebut Peserta kontes ternak berasal dari seluruh Kabupaten Kota, Gubernur NTT, Frans Leburaya, ketua DPRD Sikka, Bupati Sumba Barat, Danrem 161/WS, Bupati TTS, OJK, wakil Walikota Kupang  dan unsur Forkpinda Provinsi NTT serta Pemda Kabupaten TTS, dan Lembaga BUMN.

Pemenang lomba Kontes ternak sapi pada kesempatan tersebut berasal dari Kabupaten Kupang dengan bobot 643 kg, menerim sertifikat dan penghargaan lainya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »