Bupati Sumba Barat dan Direktur Edukasi BE KRAF Temui Pengrajin Lokal

Sabtu, 19 Mei 2018

Laporan: Yasintus Fahik

Bupati SUmba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole

Waikabubak, flobamoraspot.com –  Bupati Sumba Barat dan Direktur Edukasi Badan Ekonomi Kreatif Pusat ( BE KRAF ) Jumat (19/5/2018) bertemu dengan para pengrajin Binaan Dekranasda Kabupaten Sumba Barat.

Dalam Siaran Pers yang dirilis Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Sumba Barat itu dilaporkan, Kegiatan ini diselenggarakan sebagai feedbeack pelatihan ekonomi kreatif yang telah dilaksanakan dikabupaten sumba barat atas fasilitasi BE KRAF.

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole, Direktur Edukasi BE KRAF Pusat Dra.Novi Safitry dan Tim, Ketua TP. PKK dan jajaran, Kadis Koperasi UKM, Kadis Sosial dan Para Pengrajin Ekonomi Kreatif Binaan Dekranasda Sumba Barat.

Bupati Dapawole dalam selayang pandang sumba barat memaparkan kepada Direktur BE KRAF dan Tim gambaran umum kabupaten sumba barat dan berbagai potensi lokal yang dapat dikelolah sebagai usaha ekonomi kreatif antara lain potensi tenun ikat lokal, kerajinan anyaman pandan, kerajinan bambu, piring rotan dan bahan dasar perabot dari tempurung kelapa dan sabut kelapa. Lebih jauh Bupati Dapawole memaparkan sesungguhnya masyarakat pengrajin di sumba barat sejak dulu telah melakoni usaha kerajinan sebagaimana disebutkan diatas hanya masih bersifat tradisional sehingga nilai ekonominya belum cukup memuaskan pembeli atau peminat.hal ini terjadi karena para pengrajin belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

“Melalui pelatihan yang difasilitasi BE KRAF bekerja sama dengan pemkab Sumba Barat dalam hal ini dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindag akan memampukan para pengrajin untuk menghasilkan barang barang hasil kerajinan yang semakin berkualitas dan bernilai ekonomi baik”, harap Bupati Dapawole.

Dapawole juga mengingatkan agar sektor garapan BE KRAF tidak terbatas pada produk tenun ikat, anyaman tetapi juga menjangkau produk produk pengolahan pangan lokal yang bergizi tinggi dan bernilai ekonomi, seperti kripik pisang, singkong dan ubi jalar karena bahan bahan tersebut sangat melimpah di kabupaten sumba barat.

Pada kesempatan tersebut Bupati Dapawole melontarkan ide pemberian nama atau label tunggal produk lokal sebagai bentuk jaminan mutu produk yang dihasilkan.

Sebagai respon Direktur Edukasi BE KRAF Dra.Novi Safitry  menyampaikan apresiasi positip atas dukungan dan komitmen Bupati Sumba Barat terhadap pelaksanaan kegiatan BE KRAF dikabupaten sumba barat.

“Berbagi hal positif yang ditemukannya dalam kesempatan tatap muka dan dialog dengan bupati dan para pengrajin akan menjadi catatan penting untuk dimasukkan dalam pengambilan kebijakan lebih lanjut dalam memberikan dukungan dan perhatian khusus kepada pengrajin ekonomi kratif Sumba Barat kedepan”, tegas Safitry.

 

 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »