Gubernur Kecewa Bendungan Lambo Belum Terealisasi

Minggu, 20 Mi 2018

Laporan : Ellena Christine

Kupang, flobamoraspot.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya, mengungkapkan rasa kecewanya sehubungan dengan belum terealisasinya pembangunan bendungan Lambo, di kabupaten Nagekeo. Padahal, bendungan Lambo itu memiliki kapasitas daya tampung sangat besar mencapai 57 juta meter kubik air.

“Saya berkali-kali ke Nagekeo untuk bicara tentang bendungan Lambo. Sudah bertahun-tahun memprosesnya dan masyarakat setempat juga belum mau menerimanya. Tapi sudahlah itu risiko yang harus diterima seorang pemimpin,” katanya ketika berbicara pada saat groundbreaking monumen Flobamora Rumah Pancasila.(FRP), di desa Nitneo, kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Jumat (18/5/2018).

Menurut dia, penetapan bendungan Lambo masuk dalam tujuh Proyek Strategis Nasional (PSN) di NTT yang bertujuan untuk menyiapkan berbagai sarana infrastruktur yang dapat menunjang aktivitas masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.

“Kita punya niat baik untuk membangun bendungan itu. Nantinya bisa buka Persawahan, Pertanian, Peternakan, Periwisata dan terpenting, adalah ketersediaan air baku. Namun, apa yang kita laksanakan saat ini dengan membangun monumen FRP, berbanding terbalik dengan sulitnya merealisasi pembangunan bendungan Lambo,” ungkap Lebu Raya.

Gubernur Lebu Raya mencontohkan sulitnya merealisasikan bendungan Lambo, sama seperti yang dialami bendungan Kolhua, di kota Kupang. “Akhirnya rancana pembangunan Kolhua dibatalkan dan dipindahkan ke kabupaten Belu. Daripada kita kehilangan satu bendungan, lebih baik kita bangun bendungan di kabupaten Belu saja. Kalau nanti di kota Kupang masyarakat mau memberikan lahannya, ok kita bangun,” ucap Lebu Raya.

Untuk diketahui, rencana pembangunan bendungan Lambo (Nagekeo), hingga kini masih terkendala pada pembebasan lahan. Masyarakat adat setempat masih belum memberikan lahan seluas 431 hektar.

Tujuh bendungan yang telah diprogramkan dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla , melalui PSN masing-masing bendungan Raknamo (Kupang), Rotiklot (Belu), Napun Gete ( Sikka), Temef (TTS), Lambo (Nagekeo), Manikin (Kupang), dan bendungan Kolhua (dialihkan ke Kabupaten Kupang).

 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »