Kota Kupang Rebut Dua Tiket, Flotim Jura Umum Pesparani Katolik I

Minggu, 27 Mei 2018

Laporan : Ellena Chritine

penekanan-tombol-tanda-penutupan-Pesparan-Katolik-I-27-Mei-2018.

Kupang, flobamoraspot.com – Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Perdana di NTT sukses digelar. Kegiatan akbar ini menghasilkan beberapa tim terbaik untuk mewakili NTT ke tingkat Nasional yang akan digelar di Ambon 27 Oktober – 2 Nopember 2018.

Sesuai hasil pengumuman yang dirilis tim Yuri, Kota Kupang mendapat piala emas di dua kategori Lomba yakni Paduan Suara Campuran dan Paduan Suara Anak, sementata Flores Timur mendapat juara Umum dengan mejuarai lomba kategori mazmur tanggap anak-anak dan remaja, Kategori  dewasa oleh Kabupaten Belu, Kategori Gregorian Manggarai Barat.

Pengumuman hasil lomba dilakukan usai Misa Penutupan yag dipimpin Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, Pr.

Mgr Silvester San, Pr. Dalam Khotbahnya pada Misa penutupan Pesparani tersebut di Gedung Olah Raga Oepoi Minggu (27/5/2018) mengatakan, Pesparani ini harus memiliki nilai tambah bagi umat Katolik di NTT. “kegiatan Pesparani baik tinkat provinsi maupun Nasional bukan semata-mata  untuk mengejar uang tetapi mampu membangun Comunio. Membangun persaudaraan antar umat Katolik selanjutnya, semangat persaudaraan itu mendorong kita semua untuk bersolider, belarasa dan saling mempedulikan satu dengan yang lain”, Kata Mgr. Silvester.

Ia berharap, umat Katolik tetap menjaga Persaudaraan atau Comunio di mana saja berada.”Karena dengan menghayati comunio di mana saja kita sebenarnya sudah meneladani Tri Tunggal Mahas Kudus, yang kita rayakan hari ini”, ujar Koordinator Apostolik Keuskupan Ruteng ini.

Kepala Kantor Kementrian Agama Provinsi NTT Marsel Salma mengatakan, NTT termasuk Provinsi yang cepat merespons pelaksanaan Pesparani  di Indnesia. “Kami menyambut gembira’, Katanya.

Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno mengatakan, pesparani menjawab kerinduan umat Katolik, seperti umat Islam yang menggelar MTQ, Umat Protestandengan  Pesparawi. “Dukungan DPRD sama seperti yang lain. Membangun kwalitas umat harus dilkukan melalui even seperti ini ”, ujar tetangga Uskup Denpasar Mgr Silvester San  ini.

Gubernur Nusa Tenggara ketika menutup kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini sangat bermakna dalam membina iman dan mental umat. “Kegiatan ini tidak berhenti di sini. Kita terus mewartakan sesuatu yang indah dalam merajut persaudaraan di NTT”, kata Lebu Raya.

Menurut dia, panitia pasti sulit menentukan juara dalam lomba ini. “Kalo saya yuri saya bingung menentukan juara. Semua serius menyiapkan diri untuk meraih yang terbaik. Serius. Dalam hidup ini haru serius agar sukses membangun diri, keluarga dan masyarakat. Mari terus membina iman umat dan kami mendukung”, kata Gubernur yang akan mengakhiri masa jabatannya Juni 2018 ini.

Ketua Umum Panitia Pesparani Perdana NTT dokter Herman Man menyatakan sangat gembira dengan pelaksanaan kegiatan tersebut, karena berdampak ekonomi yang luar biasa. “sebagai Ketua Panitia sekaligus Wakil Walikota saya gembira karena hotel-hotel kami penuh dan kami mendapat PAD dari situ. Saya juga mohon maaf jika ada pelayanan kami yang kurang berkenan”, katanya.

 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »