SLBN Pembina Kupang Pentas Seni Perdana

 

Kamis, 7 Juni 2018

Laporan: Yasintus fahik

Kupang, flobamoraspot.com – Ketebatasan fisik tidak membuat para siswa Sekolah Luar Biasa Negri (SLBN) pembina Kupang patah arang. Di bawah pimpinan Edy Wahon sebagi Kepala Sekolah, para peserta didik di sekolah itu menampilkan berbagai atraksi budaya daerah NTT Rabu (6/6/2018). Kegiatan ini sebgai event Pentas Seni Perdana siswa SD hingga SMA, para guru, orangtua dan undangan.

“Kami bangga dengan pentas seni ini. saya rasa cukup bagus. Harus ditingkatkan sehingga ke depan anak-anak kita bisa mengenal, oh ini dari daerah ini, walaupun masyarakat umum anggap mereka terbelakang”, ujar Dorkas Nope salah satu orangtua siswa.

Orangtua siswa lainnya bernama Afliana Saulaka menyatakan, bagus  dan bisa menyaksikan anak-anak mereka tampil di panggung.

“bagus. Sangat bagus”, ujarnya.

Siswa SLBN Pembina Kupang  Natalia, Elisabeth, Desi Subu,  Defri Atonis dan Risky Lodo menyatakan senang dan bisa mempromosikan sekolah yang masih dipandang sebelah mata.

“Senang. Senang. “Bagus baru pertama. Dengan adanya pentas seni ini, secara tidak langsung dalam rangka sosialisasi. Bisa membuka mata masyarakat terhadap penyandang disabilitas”, kata Natalia diamini Desi dan Defri dan Rizky.

Sedangkan Kepala SLBN Pembina Kupang Eduardus Wahon, S.Pd. MM,  menjelaskan, pentas seni perdana ini sebagai implementasi pendidikan keluarga, syukuran ulang tahun sekolah ke-12 dan penutupan tahun ajaran 2017/2018  sehingga terkesan beda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Gagasan pentas seni ini implementasi dari pendidikan keluarga, pendidikan Karakter, sehingga lembaga ini menggagas pentas seni sekaligus hari ulang tahun Sekolah ke-12. juga penutupan tahun ajaran 2017 – 2018 kami kemas acara ini biar ada sesuatu hal yang kami lakukan”, tegasnya.

Pentas Seni yang dibuka Kepala Seksi Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan NTT Gregorius Bahi itu menampilkan tarian, nyanyian,  band, puisi, pantomimic, fashion show dan pameran hasil kerja siswa di halaman SMA LB Pembina Kupang.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »