Ingin Saksikan Atraksi Ikan Lumba-Lumba Yukk Mendekat ke Perairan Semau

Jumat,13 Juli 2018
Laporan: Ellena Christine

Wam Nurdin, orang yang akan membawa anda ke spot ikan Lumba-lumba di Semai

Kupang, flobamoraspot.com – Pertemuan saya siang itu dengan Wahid wam Nurdin di Masjid Sa’id Amanatullah Alak Kota Kupang memang di luar dugaan. Semula saya hadir di Masjid itu untuk meliput kegiatan Khitanan Massal yang digelar Pemerintah Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Saat itu saya datang terlambat ke lokasi Kegiatan sehingga Sambutan Wakil Walikota sudah keburu habis. Pak Wakil Walikota dr. Hermanus Man juga sudah meninggalkan lokasi acara.
Untuk mendapatkan berita saya lalu mewawancarai beberapa pihak sebut saja Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Kupang yang punya hajatan, tak ketinggalan pihak pengelola Masjid Sa’id Amanatullah. Semula saya menghubungi Imam Masjid namun beliai tidak bersedia sehingga saya menemui Ustad Karudin Nurdin. Namun Sang Ustad menggandeng saya menuju salah satu sudut halaman Masjid. Di sana sudah menunggu Ketua Pembangunan Masjid Sa’id Amanatullah Alak Wahid Wam Nurdin. Setelah berbicara blak-blakan tentang Khitanan Massal Wam Nurdin lalu membuka Android miliknya yang penuh dengan video tentang atraksi segerombolan Ikan Lumba-Lumba dan ikan Paus di Perairan Laut Timor persisnya di dekat pulau Semau, pulau Tabui, Tanjung Mas, Belakang pulau Kera dan Naikliu. Saya terkagum-kagum melihat rombongan ikan Lumba-lumba di pulau Tabui. Ada ratusan bahkan ribuan ikan Lumba-lumba yang mengikuti pergerakan Perahu yang ditumpangi rombongan peneliti dan anggota Badan Konservasi bersama Sekretaris HNSI NTT Wahid Wam Nurdin.
“Spot-spot ikan Lumba-Lumba di daerah Semau, pulau Tabui, belakang pulau Kera itu adalah potensi Wisata luar biasa yang belum dilirik oleh dinas Pariwisata Kota, Kabupaten Kupang maupun provinsi” kata Wam Nurdin.
Spot-spot itu sering dikunjungi oleh Badan Konservasi dan peneliti dari Australia. Peneliti Australia biasa lakukan penelitian tentang mamalia laut itu di Luvina, tempat menonton Lumba-lumba di Bali.
“Biasa teman-teman Konservasi dan Peneliti dari Australia datang ke Indonesia saya bawa ke tempat itu dan mereka tidak mau lanjut ke Luvina. Di Bali hanya satu dua ekor yang muncul kalo di Tabui itu ratusan bahkan ribuan Lumba-lumba san ratusan ikan Paus jenis Kepala Melon Mereka bilang ini lebih bagus”, katanya sambil menunjuk ke arah perairan Semau.

Wam Nurdin sangat yakin setiap hari ada ikan Lumba-lumba di spot-spot yang disebutkan.
“Saya kira setiap hari ada karena itu adalqh spot mereka. Kalo Ikan Paus ada musimnya”, ujarnya.
“Kalo ingin menyaksikan atraksi mereka kita harus di spot lumba-lumba jam 05.00 – 06.00. Saat itu laut masih tenang jadi ikan Lumba-lumba bermain di atas air”, katanya lagi.
Menurut Wam Nurdin Sejak tahun 1993 ia dan teman-sudah bertemu dengan Gerombolan Lumba-lumba di Perairan Tabui dan sekitarnya.
“Kami bersama para Nelayan ikan Cakalang yang biasa berpapasan dengan Lumaba-lumba”, jelasnya.
Jika anda ingin menonton atraksi Lumba-lumba jangan jauh-jauh ke Sabu atau ke Bali karena di sekat anda ada atraksi itu.
Untuk mencapai Lokasi anda harus datang ke Kota Kupang. Dari dalam kota atau tempat menginap anda menuju Tenau menggunakan jasa ojek sekitar 20.000 rupiah kalo taxi sekitar 50.000. Minta Ojek atau taxi menurunkan anda di Masjid Sa’id Amanatullah setelah anda menanyakan seorang Pria bernama Wahid Wam Nurdin. Dialah pemandu yang akan membimbing anda menuju spot Lumba-lumba dan ikan Paus di pulau Tabui dan sekitarnya.

Tentang Lumba-Lumba

Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas, selain itu sistem alamiah yang melengkapi tubuhnya sangat kompleks. Sehingga banyak teknologi yang terinspirasi dari lumba-lumba. Salah satu contoh adalah kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air. Hal ini yang digunakan para perenang untuk merancang baju renang yang mirip kulitlumba-lumba.

Lumba-lumba memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. Teknologi ini kemudian diterapkan dalam pembuatan radar kapal selam. Lumba-lumba adalah binatang menyusui karena lumba lumba adalah mamalia. Mereka hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Lumba-lumba adalah kerabat paus dan pesut. Ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba.

Bayi lumba-lumba yang baru lahir akan dibawa ke permukaan oleh induknya agar bisa menghirup udara. Lumba-lumba perlu naik ke permukaan untuk bernapas supaya tetap hidup. Lumba-lumba bernapas melalui lubang udara yang terletak di atas kepalnya. Tubuhnya yang licin dan ramping sangat sesuai untuk berenang. Induk lumba-lumba menyusui anaknya dengan susu yang gurih dan menyediakan energi bagi anaknya supaya cepat besar. Setiap anak lumba-lumba selalu berada di dekat induknya, sehingga ibunya bisa melindungi dari bahaya. Lumba-lumba selalu menjaga hubungan dengan anaknya hingga tumbuh semakin besar. Induk lumba-lumba memanggil anak anaknya dengan siulan khusus yang bisa mereka kenali.

Lumba-lumba hidup dan bekerja dalam kelompok atau disebut kawanan. Mereka sering bermain bersama. Seekor lumba-lumba tidak bisa tidur nyenyak di bawah air. Ia bisa tenggelam. Oleh karena itu, ia setengah tidur beberapa saat dalam sehari. Lumba-lumba makan cumi dan ikan seperti ikan mullet abu-abu. Kadang kadang Lumba-lumba menggiring kawanan ikan agar mudah ditangkap. Lumba-lumba mencari jalan dengan mengirimkan suara di dalam air. Jika suara itu mengenai suatu benda, suara itu akan dipantulkan kembali sebagai gema. Kadang kadang, suara gaduh di laut akibat pengeboran minyak dapat membingungkan lumba-lumba. Mereka akan mengalami kesulitan dalam mengirim dan menerima pesan. Karena lumba-lumba dapat berkomunikasi, maka lumba-lumba disebut sebagai hewan yang paling cerdas, melebihi simpanse.[1]

Manusia senantiasa tertarik dengan kisah lumba-lumba. Bangsa Romawi telah membuat gambar mozaik lumba-lumba sekitar 2.000 tahun lalu. Sekarang, manusia senang berenang di laut bersama binatang yang pandai dan bersahabat seperti lumba-lumba. Lumba-lumba harus berhati hati terhadap ikan hiu yang mungkin menyerang mereka sewaktu waktu. Mereka melindungi diri dengan gigi giginya, kadang-kadang mereka menggunakan paruhnya sebagai pelantak. Manusia dapat menjala banyak sekali ikan bagi lumba-lumba untuk makanannya. Terkadang, lumba-lumba tertangkap oleh jaring nelayan. Mereka tidak dapat menghirup napas di permukaan, akibatnya mereka tenggelam. Ketika bahan kimia yang berbahaya dibuang ke laut, limbah itu bisa meracuni makanan yang dimakan lumba-lumba. Pembangunan waduk di sungai dan pengeringan danau hanya menyisakan sedikit tempat bagi binatang seperti lumba-lumba Brazil untuk hidup.

Lumba-lumba tergolong sebagai mamalia yang cerdas. Lumba-lumba dapat menolong manusia, bila lumba-lumba sudah terlatih, bahkan lingkaran api pun dapat mereka terobos. Singa laut, spesies primata, ikan paus dan anjing juga termasuk binatang yang cerdas. Lumba-lumba yang sudah terlatih dapat melakukan berbagai atraksi dan mereka juga dapat berhitung, tetapi Lumba-lumba liar belum dapat melakukan berbagai atraksi. Sekarang ini, lumba-lumba dan paus sudah langka, maka lumba-lumba dan paus harus dilindungi. Lumba-lumba dan paus telah mulai dilindungi di seluruh dunia.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »