Sambangi Pesona Tuamese, ASITA NTT Rekomendasikan Masuk Paket Wisata

Selasa, 23 Juli 2018

Laporan: yasintus fahik

Tuamese, flobamoraspot.com – Beberapa bulan belakang masyarakat Nusa Tenggara Timur dihebohkan dengan nama Tuamese, salah satu titik terindah yang nyaris terlupakan di Pulau Timor tepatnya di Kabupaten Timor Tengah Utara. Sejumlah postingan di medsos rame diperbincangkan tentang pesona hamparan rawa/danau dibalut perbukitan savana yang kritis itu. Tuamese disandingkan sebagai “Raja Ampatnya Timor”. Foto-foto panorama alam Tuamese sempat menjadi viral di medsos dan mengundang decak kagum siapapun untuk segera bertolak kesana dan menikmati langsung kemolekannya.

Beberapa pelaku wisata yang tak mau ketinggalan untuk merengkuh indahnya Nian Timor yang terabaikan itu adalah dari mitra Asosisasi Perusahaan Biro Perjalanan Wisata (ASITA) Propinsi NTT. Dikomandani langsung Ketuanya Abednego Frans, rombongan Asita NTT, perwakilan dari Dinas Pariwisata Propinsi dan mitra dari Angkasa Pura I langsung bertolak kesana.

Rombongan FunTrip ASITA NTT bergerak dari Kota Kupang hari Sabtu (21/7) pagi dengan destinasi tujuan utama adalah Tuamese di Desa Tuamese Kecamatan Biboki Anleu, sekitar 100 kilometer arah Ponu dari Kota Kefamenanu ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara. Perjalanan wisata ini terasa menyenangkan karena didukung akses ruas jalan utama yang hotmiks hingga beberapa kilometer menuju lokasi. Memang ada beberapa titik yang masih perlu berhati-hati namun umumnya akses ke Tuamese aman lancar.

Usai mengunjungi Tuamese, Ketua ASITA Abednego Frans berkomentar bahwa lokasi itu merupakan spot wisata baru yang sangat indah dan berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata alam andalan di pulau Timor. Danau Tuamese menjadi paduan yang menarik antara perbukitan dan lautan. Spot itu bersebelahan dengan pantai Utara yang bisa dipasarkan kepada wisatawan untuk menikmati sunset setelah traking sebentar ke danau Tuamese.

Menurut Abed, jaraknya yang relatif tidak begitu jauh dari Belu (meskipun masuk dalam wilayah TTU) menjadi alasan mengapa potensi ini mesti dikembangkan jadi destinasi wisata. Apalagi dukungan masyakat sangat tinggi. “Masyarakat sekitarnya welcome terhadap wisatawan. Mereka kreatif dengan menyiapkan lahan parkir kendaraan roda 4 dan roda 2. Banyak pengunjung memang, tetapi herannya mereka tidak memungut retribusi, baik itu tertribusi parkir maupun masuk obyek wisatanya,” paparnya lirih.

Abed menyarankan pemerintah setempat terutama jajaran Dinas Pariwisata kabupaten TTU dan Pemerintah Desa setempat untuk segera membentuk desa wisata karena basic kesadaran akan arti penting kunjungan wisatawan itu sudah mereka miliki. Terbukti dengan kreatifitas mereka menyiapkan jajanan seperti makanan khas setempat, buah-buahan, kelapa muda, dan sebagainya. Dia juga berharap akses masuk yang sudah pengerasan bisa diupayakan secepatnya untuk diaspal atau hotmix sehingga semakin memudahkan wisatawan utk mencapai lokasi ini.

“Harapan kami tentunya pemda dapat segera membenahi destinasi tersebut agar menjadi lebih mudah dicapai. Saran untuk mitra pemerintah, mungkin akses ke Danau Tuamese dibuatkan tangga yang dirancang dengan baik, agar tdk terkesan seadanya. Hal lain adalah kerajinan masyarakat sekitar harus diarahkan untuk ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung.

ASITA Propinsi NTT kata dia segera memasukan destinasi wisata Tuamese dalam paket-paket wisata khususnya paket wisata overland pulau Timor.

“Setelah kita kunjungi langsung dengan Pak Welly Mone Sekretaris Dinas Pariwisata NTT, teman-teman dari Angkasa Pura tentu yang pasti ASITA NTT siap merekomendasikan sebagai salah satu destinasi yang wajib dikunjungi wisatawan ketika ke TTU dan Kabupaten Belu,” ujar Abed. (tim/fdl/42na)

Sumber: fortunaesplore.com

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »