Stev Manafe: Para Kader WPA Adalah Pejuang dan Petarung Kemanusiaan

Kamis, 26 Juli 2018

Laporan : Ellena Christine

Kupang, flobamoraspot.com – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah – KPAD Kota Kupang Kamis (26/7/2018) menggelar Pertemuan dengan kader Warga peduli AIDS – WPA di Aula Rumah Jabatan Walikota Kupang. Pertemuan dihelat selain untuk membicarakan, strtegis penangangan Isu HIV ke depan juga sebagai ajang saling kenal antara Pengurus WPA dengan Sekretaris KPAD Steven Manafe yang baru saja menggantikan Agus Bebok sebagai akhir Mei 2018.

”Saya sebut bapak ibu sebagai Pejuang dan Petarung Kamanusiaan. Tidak semua orang terpanggil untuk menjadi pejuang kemanusiaan tetapi panggilan hati memberikan semangat untuk berjuang menanggulangi penyakit yang sangat mematikan di seluruh dunia yang kita kenal dengan HIV dan AIDS”, ungkapnya.

Stev menjelaskan, fenomena Gunung Es sudah mulai mencair di Kota Kupang dengan ditemukannya 1.000 lebih Kasus di Kota Kupang.

Sebagai orang awam ia hanya mengetahui kalau orang yang terkena HIV itu pasti mati padahal tidak demikian adanya.

” Jujur saya pikir orang yang sudah divonis HIV dan AIDS itu mati. Saya diberitau ibu Nona dan Bung Adi bahwa oh tidak demikian bapak. HIV dan AIDS itu kalo telaten berobat masih bisa hidup lebih lama”, katanya.

Stev mengatakan, sesuai data yang diterima KPAD Kota Kupang, jumlah Kasus HIV dan AIDS sudah mencapai 1.323. Jumlah ini belum termasuk Mei – Juli 2018.

“Hampir setiap hari ada temuan. Lebih miris lagi setelah ditemukan mereka harus kita bujuk, ada yang agak paksa sedikit. Ini artinya apa saya punya bapak ibu punya peran luar biasa. Saya harus belajar banyak dari bapak ibu”, katanya.

Ia mengapresiasi para Kader yang meski super sibuk namun masih mau bekerja untuk kebaikan sesamanya.

“ Ini ada senior saya Mas Yanto sudah pensiun. Kenapa tidak nikmati pensiun saja. Saya tau bapak ibu banyak yang sibuk tapi mau bekerja untuk kemanusiaan”, urainya lagi.

Menurut dia, dengan kerjasama semua pihak tujuan Pemerintah untuk mencapai  Zero New Infection (infeksi baru), Zero Dead (kematian) dan Zero Stigma dan Diskriminasi bukan mustahil.

Pada akhir Sambutannya ia mengatakan, Kemanusiaan itu akan mencapai kepenuhanya pada manusia yang menyadari keberadaan Manusia itu, dalam kondisi dan situasi apapun, baik dalam keadaan sakit maupun sehat.

“Itulah filosofi terselubung yang perlu dihayati dalam mengemban tugas sebagai Kader WPA di setiap kelurahan”, katanya.

Walikota Kupang dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang Ir. Eduard Jon Pelt mengatakan, dengan adanya Sekretaris baru beserta dukungan dari para Kader WPA di 51 kelurahan program-program penanganan Isu HIV dapat berjalan dengan baik.

” jika kita semua bisa mendukung upaya maka HIV dan AIDS di Kota Kupang khususnya  dan di Indonesia Timur bisa. Hal tersebut merupakan harapan seluruh masyarakat  meski sangat sulit untuk dicapai sehingga saya mengajak semua stakeholders untuk berkoordinasi”, ujarnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »