Jefri Pelt: Penyaluran Biaya Operasional dan Bantuan Pendidikan Lewat Rekening

Senin, 13 Aguatua 2018
Laporan: Ellena Christine

Kepala Badan Keuangan Daerah kota Kupang Jefri Pelt, S.H

Kupang, flobamoraspot.com – Selama ini penyaluran biaya operasional dan bantuan Pendidikan dilakukan secara tunai. Sistem ini tidak efektif dan dinilai boros.
“Untuk memudahkan penyaluran biaya operasional dan Bantuan biaya pendidikan tahun ini dilakukan secara non tunai atau lewat rekening. Kita tidak mau seperti tahun lalu (2017) dilakukan secara tunai, membutuhkan banyak tenaga dan anggaran”, demikian dikatakan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Kupang Jefri Pelt, S.H, kepada Wartawan di Ruang Kerjanya usai Pembukaan Pekan Pelayanan Pajak di halaman Kantor itu Senin (13/82018).

Ia menjelaskan, untuk RT/Rw sebanyak 1.315 Rt. Biaya operasional setiap Rt 4,5 juta jadi total seluruhnya Rp
5. 917 .500.000. sedangkan untuk 424 Rw dengan nilai per Rw Rp.4,250.000 total anggarannya 1.8 M. Untuk 51 LPM nilainya 6,5 juta per LPM, kelurahan siaga 5 juta totalnya 255 juta rupiah lebih, sedangkan untuk 315 posyandu, perposyandu 6 juta totalnya 2 miliar lebih, 167 posyandu lansia dengan nilai perposyandu 4 juta total 751 juta lrupiah lebih, 281 dasawisma dengan nilai 3.500.000 perdasawisma total Rp.983,500.000.

” untuk 51 Karang Taruna BKD masih berkoordinasi dengan dinas sosial. SKnya masih ditunggu dari dinas sosial, karna dasar pembukaan rekening di bank adalah SKnya. Jadi total untuk 51 karang taruna 600 dan total rekening yg harus dibuka 2.655″, tegasnya.
Jefri menambahkan, akibat dari jeterlambatan pembukaan rekening maka penyaluran dana juga terlambat.
“sudah bulan ke – 4 dihimbau untuk segera membuka rekening dan sampai hari ini baeu 2.067 rekening yang dibuka dan sekitar 588 yang belum dibuka. Sebenarnya kita kerja hanya satu kali saja kalau mereka sudah buka rekening “, kata orang dekat Mantan Wali Kota Jonas Salean itu.

Ia mengatakan, dengan dilakukannya penyaluran bantuan secara non ptunai maka bantuan sosial yang disebarkan oleh pemerintah kota kupang tidak ada lagi yang tunai.
“Termasuk juga nanti bantuan untuk BPPAUD dan mahasiswa tidak mampu yang jumlahnya sekitar 2.000-an. Untuk saat ini BKD masih menunggu koordinasi dari dinas pendidikan dan semua itu dilakukan dengan sistim transfer via rekening”, tegasnya.

“Saya harapkan para penerima bantuan agar bisa mempertanggung jawabkan apa yang sudah dan akan diterima”, pungkasnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »