Kementrian Sosial Tinjau Kebakaran Kampung Adat Gurusina

Kamis, 16 Agustus 2018
Laporan: Jen Salem

Kadispar NTT bersama tim di Kampung Adat Gurusina Jerebu’u Ngada

Ngada, flobamoraspot.com – Kebakaran Kampung Megalitik Gurusina di kecamatan Jerebu’u Kabupaten Ngada mengundang perhatian banyak pihak. Salah satunya adalah Kementrian Sosial RI. Kadis Pariwisata provinsi NTT Jelamu Ardu Marius dalam laporan dari Lokasi kejadian bencana kebakaran Rabu (15/8/2018) mengatakan, selain Kementrian Sosial hadir pula Kadis Kebudayaan dan Kadis Sosial Provinsi NTT.

Direktur Bencana Sosial Kementrian Sosial Nyonya Nurul, dalam Laporan bersama kadis Pariwisata kepada Radio Tirilolok mengatakan, para Korban akan dibantu oleh Pemerintah Provinsi jika sangat darurat sedangkan dari Kemensos akan memberikan bantuan stimulant untuk perbaikan rumah.
“Nilainya, kalau bangunan yang rusak berat 25 juta, sedang15 juta dan ringan 5 juta. Saya lihat semua rusak berat hanya ada tiga unit yang rusak sedang”, ujar Nurul.
Kadis Sosial NTT Wilhelmus Foni mengatakan, Pemerintah membantu berbagai kebutuhan pokok kepada para korban didukung 40 Taruna Siaga Bencana – Tagana.
“oleh karena rumah mereka semuanya terbakar kita dirikan tenda-tenda dibantu Tagana Kabupaten Ngada 30 orang dan dari Provinsi 10 orang dan mereka bertanggungjawab terhadap dapur umum di sana”, katanya.

Wisatawan Mancanegara di Kampung Adat Gurusina Ngada

Khusus persediaan beras untuk tanggap darurat bencana kebakaran tersebut Welem Foni menjelaskan, ada 105 ton beras yang telah tersedia.
“Kita memiliki persediaan beras 105 ton untuk membuka dapur umum di Gurusina dan tadi dalam konfirmasi dengan tokoh adat ada banyak bantuan yang mengalir saat ini. Masa tanggap darurat akan bertambah 7 hari setelah tujuh hari pertama sehingga persediaan harus cukup”, urainya.
Kadis Kebudayaan Provinsi NTT Sinun petrus Manuk mengatakan, ia datang ke Lokasi untuk melihat dari dekat dan menginventarisir apa yang bisa dilakukan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kebudayaan.
“Dan Pemerintah tidak akan tinggal diam tentu dengan berbagai cara merekonstruksi kembali kampung ini “, katanya

Wisatawan Mancanegara bersama Kadispar NTT di Kampung Adat Gurusina Ngada

Mantan Kadis Pendidikan ini mengatakan, Mengenai pemulihan situasi di Kampung adat Gurusina menjadi Obyek Wisata yang bisa dikunjungi dinas Kebudayaan akan berkolaborasi dengan dinas Pariwisata Provinsi NTT.

“Saya akan berkolaborasi dengan Pak Kadis Pariwisata bagaimana memulihkan mental orang di sana, lalu bagaimana kunjungan wisatawan itu tugas pak Kadis Pariwiata tetapi tugas saya sebagai Kadis kebudayaan adalah mengembalikan kampung ini ke kondisi awal”, ujarnya.
Kampung adat Megaliticum Gurusina kecamatan Jerebuu kabupaten Ngada terbakar pada Senin (13/8/2018) dan menghanguskan 27 rumah adat dari 33 rumah di sekitarnya serta 4 tiang suku. Kampung wisata yang memiliki artefak-artefak arkeologis bernilai sejarah ini ramai dikunjungi wisatawan domestik dan internasional sebagaimana halnya destinasi wisata lain diseluruh Nusa Tenggara Timur. Dalam akun Facebook @marius jelamu, Nampak para wisatawan asing dari Perancis, Belanda, Barcelona Spanyol berbaur bersama masyarakat lokal yang ada. Mereka ikut berduka bersama masyarakat adat Kampung Gurusina.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »