Pulang Dari Jakarta Joni Disambut Penjabat Gubernur

Rabu, 22 Agustus 2018

Laporan: Ellena Christine

Kupang,flobamoraspot.com – Yohanes Gama Lau atau dikenal dengan Joni Kala si pahlawan cilik di Perbatasan RI – RDTL mungkin tak menyadari aksi heroiknya pada 17 Agustus 2018 lalu. Aksi Joni yang menyelamatkan Bendera Merah Putih tetap berkibar di Perbatasan itu telah menghantarnya untuk bertemu dengan Pejabat penting di Republik ini termasuk Presiden Jokowi.

Dari mereka Joni kecil mendapatkan berbagai penghargaan dan bantuan. Pada Rabu (22/8/2018) Siang tadi (kemarin-red) pukul 13.15 Joni tiba di Bandara El Tari Kupang bersama orangtuanya disambut Penjabat Gubernur dan para Pejabat lingkup Provinsi NTT.

Setelah beristirahat sejenak di VIP Pemerintah Provinsi El Tari Kupang, Joni dan orangtua beserta seluruh Rombongan Penjabat Gubernur langsung menuju ke Rumah Jabatan Gubernur NTT. Penjabat Gubernur NTT Robert SImbolon dalam sambutannya mengajak masyarakat NTT untuk memiliki sifat tangguh seperti Joni. Pejabat gubernur juga mengatakan bahwa Joni adalah manusia pemberani karena dilihat dari bulan lahirnya yakni bulan Oktober.

“Orang yang lahir bulan Oktober itu adalah manusia historis, berarti Joni ini manusia historis atau pemberani” ujar PJ Gubernur dalam sambutannya.

Dia menambahkan bahwa masyarakat dan pemerintah harus mengapresiasi langkah spontanitas yang dilakukan oleh Joni sekaligus harus bangga menjadi warga NTT dimana sikap-sikap spontan dan heroik itu lahir di Nusa Tenggara Timur, ketika secara nasional bangsa Indonesia terus berjuang untuk merawat keragaman dan memelihara kebangsaan agar tetap sejati dan utuh seperti sekarang, dari desa Silawan muncul seorang pahlawan cilik seperti sekarang yang hadir dalam diri Joni.

Joni menerima hadiah dari Penjabat Gubernur

“Saya berterima kasih kepada Joni karena sudah membantu mengibarkan bendera Indonesia di perbatasan Negara. Saya minta kau jangan sombong. Tetap rendah hati”, ujarnya.

Setelah acara penyambutan, Penjabat Gubernur memberikan penghargaan kepada Joni uang sebesar 25 juta. “Ini bukan dari dana APBD, dari dana APBD pemerintah akan memberikan bantuan beasiswa sampai perguruan tinggi”, ungkap Simbolon.

Sementara itu Joni Kala ketika ditanya wartawan tidak banyak bicara. Ia secara singkat mengatakan, saat itu jiwa Nasionalismenya muncul tiba-tiba, langsung menuju tiang bendera dan memanjatnya. “Saya ingin Merah Putih tetap berkibar di Perbatasan Timor Leste – Indonesia”, ujarnya.

Seperti diberitakan berbagai Media, Yohanes Gama Lau siswa Kelas I SMP Silawan Atapupu Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur pada HUTRI ke – 73 tanggal 17 Agustus 2018 menyelamatkan wajah Indonesia di perbatasan dimana saat itu tali bendera Merah Putih yang dikibarkan oleh Paskibra putus. Sekitar beberapa saat Bendera hanya dipegang oleh Anggota Paskibra sambil menunggu siapa yang berani tampil menyelamatkan situasi.

Joni yang saat itu baru keluar dari Kamar WC langsung tergerak rasa prihatinnya setelah mendengar permintaan Wakil Bupati YT Oseluan dan menuju tiang bendera lalu memanjatnya.

Ia tidak sadar aksinya itu direkam salah satu Bidan Peserta Upacara HUTRI secara lengkap. Hasil rekaman yang diupload sang bidan membawa Joni meraih nama besar “Pahlawan” cilik dari Perbatasan RI-Tiles dan mendapat perhatian dari banyak pejabat penting di Negri ini termasuk Presiden Jokowi.

Hari ini Joni kembali ke Silawan untuk kembali bersekolah karena beasiswa hingga Strata 1 (S1) sudah menunggu dia di depan.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »