Viktor Laiskodat: Kami Ingin Baktikan Diri Untuk NTT

Selasa,  September 11, 2018
Laporan: yasintus fahik
Kupang, flobamoraspot.com – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH, M. Si dan Wakil Gubernur Yoseph Nae Soi dilantik bersama beberapa Gubernur – Wakil Gubernur lainnya di Jakarta oleh Presiden RI pada Rabu (5/9/2018). Setelah dilantik keduanya dijadwalkan menyampai Pidato Politik dalam sidang Paripurna DPRD NTT Senin (10/9/2018). Dalam Pidatonya ketika itu Gubernur NTT Viktor Laiskodat, S.H, M.Si mengatakan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur adalah panggilan moral spiritual.
“Dengan visi besar NTT Bangkit, NTT Sejahtera, saya bersama Josef Nae Soi ingin membaktikan diri bagi masyarakat NTT”, kata Viktor.
“Menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur bukanlah tujuan utama kami. Tujuan utama kami adalah mewujudkan panggilan moral spiritual kami untuk menolong dan mengangkat masyarakat NTT dari lembah kemiskinan,” kata Gubernur Viktor dalam Pidato perdana itu.

Viktor menegaskan, kemiskinan bukan sekadar kekurangan pendapatan. Yang lebih menyakitkan dari kemiskinan adalah efek psikologis yakni perasaan rendah diri dan terhina.

“Kemiskinan telah menjadi sejarah hidup saya dan pak Josef (Wagub, red). Kami pernah merasakan betapa pahit dan getirnya hidup dalam kemiskinan. Kami telah berjuang dan bertarung untuk keluar dari kemiskinan. Ketika masyarakat memercayakan tampuk kepemimpinan ke atas pundak kami, maka tiba saatnya kami menabuh tambur perang melawan kemiskinan, ” ungkap Viktor dengan penuh semangat.

Viktor mengajak semua elemen masyarakat untuk bekerja keras mengatasi kemiskinan yang masih sangat tinggi di NTT. Mengutip data BPS Tahun 2017, Viktor membeberkan, ada sekitar 1,1 juta jiwa atau 21,28 persen masyarakat NTT yang hidup dalam kemiskinan. Sangat jauh di bawah angka kemiskinan nasional yang berada di angka 9,8 persen.

“Belum lagi kalau kita bicara tentang indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita yang hanya 63,72. Berada di urutan ketiga terendah dari seluruh Provinsi di Indonesia. Kami mengajak seluruh masyarakat dan semua pemangku kepentingan untuk bangkit dari tidur panjang akibat kemalasan dan kepasrahan pada nasib. Mari kita mengenakan perpektif baru pengharapan untuk NTT yang lebih baik, ” ajak Viktor.

Menurut Viktor, NTT punya banyak potensi yang belum dikelola secara maksimal. Di bidang pariwisata, NTT adalah dream of beauty, NTT juga memiliki pohon marungga atau kelor terbaik di dunia. Belum lagi, kekayaan laut yang melimpah.

“Ada lima misi utama pembangunan NTT 5 tahun ke depan yakni pembangunan pariwisata, kesejahteraan rakyat, pembangunan SDM, infrastruktur dan reformasi birokrasi. Pariwisata jadi penggerak ekonomi utama, ” jelas Viktor.

Dia juga menegaskan tiga kebijakan politik untuk segera dilakukan.
“Tiga kebijakan yang mendesak untuk segera dijalankan yakni moratorium tambang, moratorium pengiriman tenaga kerja asal NTT dan penanganan stunting atau gizi buruk, ” kata mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI.

Tak lupa Putra Semau itu menyisipkan penghargaan dan terima kasih kepada para gubernur dan wakil gubernur sebelumnya yang telah berjasa bagi perkembangan NTT sampai saat ini.

“Terima kasih kepada Gubernur ketujuh Bapak Frans Lebu Raya. Penghargaan dan apresiasi juga kami sampaikan kepada penjabat Gubernur, Bapak Robert Simbolon,” pungkas Viktor Laiskodat.

Sebelum menyampaikan pidato perdana, diadakan upacara serah terima jabatan dan penyerahan memori dari Penjabat Gubernur kepada Gubernur NTT.Juga penyerahan Naskah Asli Keputusan Presiden RI tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 dan penyerahan piagam ucapan selamat dari Menteri Dalam Negeri.

Tampak hadir pada kesempatan itu Staf Khusus Presiden bidang Intelejen dan Keamanan, Komjen (Purn) Goris Mere, Tokoh Nasional Akbar Tanjung dan Letjen (Purn) Kiki Syahnakri,Ketua Komisi II dan V DPR RI, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, pejabat dari Kemendagri, para anggota DPR dan DPD asal NTT, Unsur Forkompinda Provinsi NTT, para Walikota/Bupati se-NTT, para Rektor PTN/PTS se-Kota Kupang, para tokoh agama, mantan Gubernur Frans Lebu Raya, para mantan wakil gubernur, tokoh masyarakat, keluarga, insan pers dan undangan lainnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »