Pohon Asam Jokowi Jadi Destinasi Wisata Baru di Belu

Kamis, 4 Oktober 2018
Laporan: yasintus fahik
Atambua, flobamoraspot.com – Tahun 2014 lalu Presiden Jokowi berkunjung ke daerah perbatasan Motaain, kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur dengan Negara Republic Democratic Timor Leste. Kedatangan orang nomor Satu di Republik Indonesia ketika itu menyinggahi desa Tulakadi Kecamatan Tasifeto Timur dan berbincang-bincang dengan masyarakat setempat. Pertemuan itu berlangsung di bawah sebuah pohon asam. Jokowi santai dan larut dalam perbincangan dengan rakyatnya. Untuk mengenang peristiwa ini Pemerintah Desa telah menggagas pengembangan Pohon Asam Jokowi menjadi sebuah destinasi baru di daerah perbatasan itu.
Tempat bersejarah ini pagi tadi disinggahi Mentri Pariwisata RI Arief Yahya didampingi Kadis Pariwisata Provinsi NTT Dr. Jelamu Ardu Marius dan Bupati Belu Wilibrodus Lay.
Kunjungan Menpar dalam rangka mengikuti Festival Cross Border dan Festival Fulan Fehan.

Di desa tersebut, Arief bertemu dengan warga dan melihat langsung sebuah pohon asam, yang oleh warga setempat dinamakan Asam Jokowi. Arif sangat mendukung rencana pembuatan patung Jokowi.

“Ide untuk membuat patung Pak Presiden Jokowi oleh kepala desa, tentu sangat baik, sehingga saya akan bantu dana untuk pembangunan patungnya,” ucap Arief, yang disambut tepuk tangan warga.

Menurut Arief, jika patung Jokowi telah dibangun, maka ia memastikan, setiap orang yang berkunjung ke Kabupaten Belu akan singgah dan melihatnya.

Arief pun meminta, agar Patung Jokowi dibuat lebih bagus dan menarik, sama seperti patung Jokowi di Bali, sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

“Ini tentu jadi pariwisata baru, sehingga perlu kreativitas dari masyarakat. Pak Presiden sudah pernah ke sini sehingga itu kesempatan untuk menjadikannya sebagai ikon baru,” katanya.
Kristian, Kepala Desa Tulakadi Kabupaten Belu mengatakan, pembangunan pohon asam Jokowi menjadi destinasi baru akan menjadi icon Pariwisata di Nusa Tenggara Timur.
” Di tempat ini akan kami bangun sebuah Patung bapa Presiden RI sehingga bisa menarik wisatawan baik dalam maupun luar negri:, kata Kristian.
Ia menjelaskan, di belakang pohon asam Jokowi ada sebuah bukit tempat kawula muda bercengkerama setiap saat karena itu sangat tepat jika ditata lebih apik.
“Orang-orang muda memiliki kreativitas. Batu karang yang ada kita jadikan wadah bagi anak muda menyalurkan kreativitas dan meninggalkan kebiasaan buruk”, ujarnya.


Kadis Pariwisata Provinsi NTT Dr. Jelamu Ardu Marius mengatakan, Gubernur Provinsi NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menjadikan Pariwisata sebagai sektor lokomotif untuk memperkuat ekonomi NTT.
“Kita harapkan ide besar bapa Gubernur ini disambut baik oleh para bupati di seluruh NTT”, jelasnya.

Sumber: Reportase Kadispar NTT kepada Tirilolok dan Kompas.com

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »