Viktor Laiskodat: Ultras Harus Tetap Ada

Sabtu, 6 Oktober 2018
Laporan: Ellena Christine

Kupang, flobamoraspot.com., Gubernur Nusa Tenggara Timur Victor Bungtilu Laiskodat (VBL), Sabtu (6/10)menutup kegiatan Rapat Kerja (Raker) Ultras di Aula UPT Dinas Sosial Provinsi NTT. Raker berlangsung dari tanggal 4 – 6 Oktober. Diikuti oleh perwakilan dari 15 kabupaten / kota se-NTT.

Dalam laporan panitia yang dibacakan oleh Marthin Ndolu diuraikan, raker bertujuan untuk menyatukan perjuangan organisasi serta mengukuhkan anggota Ultras se – NTT dalam dalam menghadapi era globalisasi.
Nyongky Asadoma, ketua umum Ultras, dalam sambutannya mengatakan, Ultras dibentuk saat Victor Bungtilu Laiskodat dan Josef A. Naisoi mencalonkan diri sebagai Cagub dan Cawagub NTT.

“Sebagai organisasi yang telah memenangkan Victor Bungtilu Laiskodat dan Josef A. Naisoi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ultras akan tetap ada sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat NTT dalam mengawal setiap program dari Gubernur dan Wakil Gubernur”, ujar Asadoma.

Masih menurut Asadoma, Raker telah menetapkan dua keputusan.
*Pertama,* membentuk Badan Pengurus Ultras yang nantinya akan dibawa ke Kementerian Hukum dan HAM RI untuk disahkan sebagai organisasi masyarakat.
*Kedua,* memberikan rekomendasi yang telah disepakati dalam raker ke Pemerintah Provinsi.

Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat,SH,M.Si dalam sambutannya berharap, Ultras terus bertumbuh menjadi lebih baik ke depannya.Tidak hanya menjadi organisasi yang menciptakan rekomendasi, tetapi harus menjadi organisasi yang terus bekerja di tengah masyarakat.

“Ultras harus menjadi pengawal yang siap sedia, mempunyai kecepatan intelektual, kepedulian dan juga harus mempunyai kepedulian motorik yang luar biasa,” kata Viktor.

Beliau juga mengingatkan, Ultras tidak boleh hanya memiliki struktur organisasi yang lengkap. Namun terutama harus terjun ke tengah masyarakat agar program – programnya dapat berjalan dengan maksimal.

Di akhir sambutannya, Laiskodat berpesan kepada seluruh peserta raker agar dapat memetamorfosa dirinya.

“Kalau dulu organisasi ini bekerja untuk menjadikan seseorang menjadi pemimpin, sekarang harus menjadi organisasi yang membuat segala sesuatu yang telah dijanjikan menjadi ada. Untuk mewujudkan hal ini, harus punya komitmen dan konsistensi”, ungkap Laiskodat.

Sumber : SP Biro Humas NTT

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »