Dr. Jelamu: Dispar Akan Jadikan Kebun Kelor Sebagai Destinasi Wisata

Sabtu, 13 Oktober 2018
Laporan: yasintus fahik

Asisten III Sekda NTT Stef Ratoe Oedjoe

Kupang, flobamoraspot.com – Dinas Pariwisata Provinsi NTT bergerak cepat menanam Kelor di atas lahan yang berada persis di balakang Kantor tersebut. Anakan Kelor yang tersedia dalam 1.000 – 2.000 poly bag siap ditanam. Secara sombolis Gubernur NTT yang diwakili oleh Asisten III telah menanam anakan Kelor pada Jumat (12/10/2018). Kadis pariwisata Provinsi NTT Jelamu Ardu Marius ketika ditemui Wartawan usai Launching Kebun Kelor Jumat 12 Oktober 2018 malam mengatakan, ke depan Dispar akan menjadikan kebun kelor sebagai Destinasi Wisata.
“iya destinasi Wisata kelor karena itu kami mengharapkan dukungan seluruh Pemerintah Kabupaten Kota di NTT untuk menjadikan Kelor ini sebagai salah satu destinasi juga perlu didukung OPD lain ya”, katanya.

Kadispar Dr. Jelamu Ardu Marius

Jelamu menjelaskan, ia akan mendisain sebuah festival Kelor yang menampilkan produk-produk berbau kelor.
“Ia festival kelor dan untuk memberi pesan kepada dunia bahwa NTT memiliki branding baru ya. Wisatawan nanti kita akan suguhkan makanan khas kelor minuman, obat-obatan turunan dari Kelor ini. apalagi kelor sudah dikenal dunia dan kita akan mengatakan, bahwa NTT memiliki Kelor terbaik nomor dua dunia”, urainya.
Ia mengatakan, Kelor menjadi program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018 – 2023 dan Dinas Pariwisata melihatnya dari sisi pariwisata.
Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi NTT Stefanus Ratoe Oedjoe mengatakan, ia mengapresiasi Dinas Pariwisata yang tanggap sebagai yang pertama mendukung Program Gubernur NTT,  menanam kelor.
“Parwisata sebagai the leading sector, jadi saya kira apa yang dilakukan Dinas Pariwisata ini harus kita dukung”, tegas Raoe Oedjoe.
Ia berharap, dinas lain mengikuti jejak dinas Pariwisata untuk menanam Kelor sebagai bentuk dukungan kepada Program Gubernur NTT.
“Saya kira teman-teman dinas lain harus segera memulai ya”, pungkasnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »