Eben Sembiring: Kelor Punya Peluang Ekonomi Cukup Menjanjikan

Sabtu, 13 Oktober 2018
Laporan: yasintus fahik
Kupang, flobamoraspot.com – Jika sebelumnya Wahana Visi Indonesia – WVI lebih fokus pada pengembangan Sektor Pendidikan, Kesehatan dan perlindungan anak maka dua tahun terakhir Lembaga Swadaya Masyarakat tersebut mengembangkan sayap ke Sektor Ekonomi keluarga tertuama keluarga miskin, bekerja sama dengan PT Moringga Indonesia menggagas dan melaksanakan Program kelorisasi di NTT. Ketua WVI NTT Eben Ezer Sembiring ketika ditemui Wartawan usai Launching Kebun Kelor di Belakang kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTT Jumat (12/10/2018) menjelaskan, Kelor NTT memiliki peluang ekonomi yang cukup menjanjikan, baik di dalam maupun luar negri.
“Salah satu Produk khas di NTT adalah Kelor. Marungga atau Kelor ini dikenal Internasional sebagai super food. Memiliki peluang ekonomi sangat menjanjikan. Berdasarkan penelitian dari kawan-kawan kami PT Moringga Organik Indonesia, Kelor NTT memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dari Produk-produk kelor dari daerah lain di Indonesia maupun dunia”, kata Sembiring.
Sembiring menjelaskan, Program WVI tersebut mendapat angin segar setelah Gubernur NTT yang baru Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur Yoseph Adrianus Nae Soi memiliki Program yang sama.
“Kesempatan kerjasama sangat terbuka dengan pemerintah NTT. Kelor sangat bermanfaat bagi masyarakat NTT terutama nutrisi ya karena sejauh ini NTT masih dikenal memiliki status gizi paling rendah di tingkat Nasional”, ujarnya.
Ia mengatakan, sebagai Super Food, Kelor bisa dikembangkan oleh masyarakat sehingga Balita di NTT bisa mengkonsumsi tanaman yang sejak dulu dikonsumsi masyarakat NTT.
Ia mengatakan, saat ini WVI mengidentitfikasi Petani yang memiliki Potensi kelor dan sudah ada 100 orang yang dilatih untuk mendorong Program Kelor di NTT.
” kami mengidentifikasi Petani yang memiliki peluang kelor yang puya kebun. kemudian kita latih mereka di Blora dan sudah 100 orang kita latih, mereka disebut keloris sudah mulai menanam ada yang sudah jadi, mereka jual. kebutuhan pasar Internasional kita belum bisa penuhi ya karena itu kita kerahkan semua pihak untuk menanam kelor”, katanya.
Ia mengatakan, sejauh ini sudah ada dua kebun percontohan di Kabupaten Kupang. “Lokasinya di Desa Pitai dan Sulamu”, pungkasnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »