Wair Batik dan Cekungan Relief Indah

Minggu, 20 Januari 2019
Laporan: yasintus fahik

Maumere, flobamoraspot.com – Menyebut Wair Batik yang terbayang di benak warga Kabupaten Sikka adalah sebuah kawasan hutan tutupan yang menjadi urat nadi penyanggah kebutuhan air minum bagi warga di Kecamatan Lela maupun Kecamatan Koting. Dua kecamatan yang berada dekat dengan mata air ini.

Kendati demikian, belum banyak warga atau pun wisatawan yang mengetahui kalau selain sebagai sumber penyanggah air, Wair Batik juga telah disulap menjadi destinasi wisata baru yang layak untuk dikunjungi.

Mata air Wair Batik sesungguhnya berada di tiga wilayah desa yakni di Desa Koting C, Desa Iligai dan Desa Lela. Aliran air dari hulu mata air melintasi 3 wilayah desa ini.

Berbekal rasa penasaran akan keindahan lokasi ini, pada Senin , 4 Desember 2018 lalu, ditemani seorang kawan, saya menyusuri lekuk indah Wair Batik.

Dengan kendaraan bermotor dari Kota Maumere, kami menyusuri jalan sepanjang kurang lebih 15 Km menuju Desa Koting C, Kecamatan Koting.

Menurut kami, Desa Koting C merupakan titik tercepat untuk mencapai lokasi mata air. Kurang lebih 25 menit kami berkendara melintasi alam pedesaan Koting sampai tiba di Wair Batik.

Selain melalui Desa Koting yang memiliki lintasan jalan menurun yang sedikit terjal dan curam, pengunjung bisa melalui Desa Lela, Kecamatan Lela dengan berkendara kurang lebih 45 menit menyusuri lintasan jalan beraspal sepanjang 25 Km sampai tiba di titik terdekat.

Anda tinggal memarkir kendaraan dan berjalan kaki menyusuri jalan menurun memasuki Wair Batik.

Kami memilih lintasan yang lebih dekat yakni di Desa Koting C. Kami pun memarkir kendaraan di parkiran persis di depan Intalasi Air Minum milik PDAM Kabupaten Sikka.

Dari lokasi parkiran, kami melewati jalan yang sudah ditata dari susunan batang bambu memanjang sepanjang 4 meter.

Ada 4 Pondok Bambu
Pada lokasi tersebut juga sudah ada 4 bangunan pondok bambu bervernis coklat dan beratap seng yang disiapkan oleh Pemerintah Desa Koting C bagi para wisatawan yang mengunjungi Wair Batik.

Anda tinggal memanfaatkan pondok untuk berselonjor kaki beristirahat sambil menikmati bekal makanan yang dibawa.

Pada 18 November 2018 lalu, telah dilakukan pemberkatan lokasi wisata alam Wair Batik yang berlokasi di Desa Koting C oleh Pastor Paroki Koting, Romo Ferer Mere, Pr.

Sehari sebelumnya tepatnya pada 17 November 2018, Pemerintah Desa Koting C bersama dengan sejumlah pelaku pariwsata Sikka antara lain Himpunan Pramuwisata Indonesia, ASITA, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Sikka dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melakukan kerja bakti di lokasi mata air.

Mereka membersihkan Wair Batik dari tumpukan sampah yang mengganggu kebersihan dan kenyamanan objek wisata baru ini.

Satu hal yang penting, di Wair Batik tidak ada penjual makanan, jadi disarankan wisatawan untuk membawa bekal makanan dari rumah. Selain itu, pemandu lokal juga belum disiapkan sehingga datang berwisata secara berkelompok sangat disarankan.

Sejenak beristirahat di pondok bambu, kami pun mulai melangkahkan kaki menyusuri bebatuan untuk mencapai titik pemandian umum.

Kanopi pepohonan yang rimbun seakan memayungi kita yang menyusuri jalan.

Jika datang pada musim hujan seperti di bulan Desember ini, pemandangan yang bisa dijumpai yakni munculnya sumber – sumber air kecil pada dinding bukit dan juga air terjun mini persis di lokasi yang sering dijadikan warga setempat sebagai lokasi pemandian umum.

Dari titik pemandian umum ini, kami mulai menyusuri kali dengan aliran air kecil menuju titik hulu mata air.

Sesuai informasi, pada hulu mata air ada batuan berbentuk lapisan lapisan dengan corak yang unik.

Kami pun memacu langkah menyusuri kali sambil menikmati kesunyian dan gemericik air sungai yang dilewati.

Pada sisi kiri dan kanan sungai yang dilewati, banyak terdapat pepohonan beringin dengan akar melata yang seolah menopang dinding tanah.

Lapis Batuan Unik Mirip Antelope Canyon
Kami terus berjalan sampai tiba di lokasi dimaksud. Mata kami seakan tak percaya dengan pemandangan di depan mata.

Betapa takjubnya kami melihat cekungan bebatuan bercorak yang nampak berlapis – lapis dengan paduan warna kuning kecoklatan.

Ada juga cekungan yang menyerupai sebuah gua dengan bagian atas terbuka yang merupakan hulu dari sungai yang kami susuri.

Cahaya matahari yang masuk menembus rerimbunan hutan persis di atas cekungan, memberi kesan dramatis nan tenang.

Setelah menikmati cekungan indah yang terasa mirip bebatuan di Antelope Canyon Amerika, dalam hati saya pun bergumam, tidak perlu jauh – jauh ke Amerika untuk menukan formasi batuan nan unik tersebut. Datanglah ke Wair Batik.

Bagi para wisatawan yang baru berkunjung,pada lokasi ini tidak ada pemandu yang disiapkan sehingga menghubungi pihak desa setempat agar bisa dihantar menuju lokasi cekungan Wair Batik adalah langkah yang tepat.

Jika tidak, anda akan kebingungan dan mencari – cari dimana letak Cekungan berlapis nan indah yang menjadi incaran para fotografer alam.

Sumber: mariowpsina.worldpress

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »