SMKN 02 Jadi Titik Star Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula

Jumat, 01 Februari 2019
Laporan: yasintus fahik

Siswa SMKN 02 saat ikut
Pendidikan Politik di sekolah itu.

Kupang, flobamoraspot.com – Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpollinmas) Kota Kupang mulai hari ini mendatangi 6 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas untuk melakukan Pendidikan Politik kepada seribu lebih Pemilih Pemula.

“Mulai hari ini tanggal 1 Februari 2019 dilakukan Pendidikan Politik di SMK Negeri 1 Kupang kepada 400 siswa/i yang pada tanggal 17 April 2019 nanti berusia 17 tahun. Selanjutnya sesuai jadwal yang telah terkoordinasi, maka kegiatan yang sama akan berlangsung di SMAN 8 Kupang; SMAN 5 Kupang, SMAN 10 Kupang, SMK Wirakarya Kupang, SMKN 4 Kupang dengan total siswa peserta sebanyak 1500 orang”, demikian tulis Kaban Kesbangpollinmas Kota Kupang Noce Nus Loa dalam WhatsAp yang dikirim kepada flobamoraspot.com Jumat (1/2/2019).
Noce menjelaskan, kegiatan di SMKN 02 dimulai pagi hari menampilkan Nara Sumber berkompeten.
“Sebagai narasumber Kaban Kesbangpol Kota Kupqng dengan materi “Perspektif Pemilih Pemula dan Orientasi Politik serta Parpol Peserta Pemilu” juga Ketua Bawaslu Kota Kupang dengan materi “Peran Bawaslu dan Pemilu yang berkualitas”, tambahnya.


Menurut dia, Pemerintah mesti memaksimalkan intervensi ke berbagai elemen masyarakat termasuk fokus ke Pemilih Pemula di Berbagai SLTA agar mereka memiliki perspektif yang benar tentang peran pemilih pemula dan partisipasinya sebagai agen perubahan sehingga dapat mengawal dan terlibat dalam proses dan terlaksananya Pemilu yang bebas dan berkualitas.
“Pemilih Pemula harus dapat berkiprah sebagai penjaga moral dan etika politik juga sebagai penjaga demokrasi yang menghormati hak dan kewajiban orang lain bahkan menghargai perbedaan pilihan dan tidak terjebak dlm pragmatisme politik”, urainya.

Badan Kesbangpol Kota Kupang gencar melakukan pendidikan politik dalam rangka penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019. Hal ini dilakukan secara serius oleh Pemerintah mengingat data Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri menunjukkan partisipasi politik sejak pemilu reformasi dari waktu ke waktu semakin menurun.
“Pada Pemilu 1999 partisipasi Pemilih mencapai 92% kemudian Pemilu 2004 menjadi 84% lalu Pemilu 2009 hanya 71% dan Pemilu 2014 mencapai 74% saja. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan”, pungkasnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »