Viktor:  Kita Latih Orang Asing Makan Makanan NTT

Minggun, 03 Februari 2019

Laporan: yasintus fahik

Kupang. Flobamoraspot.com – “Saya pernah bawa lu’at dari Amarasi ke Jepang. Orang Jepang itu tidak suka pedas tapi saya bilang coba dulu satu minggu lama-lama kamu tidak akan berhenti. Tapi sedikit-sedikit. Pertama memang setengah mati, lama-lama mau dia. Sekarang teman-teman saya itu minta Lu’at ini. Itu bagaimana kita memprkenalkan Lu’at ini. Ada yang bilang makanan kita tidak cocok bagi orang Barat. Ya kita latih mereka makan”, demikian diungkapkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam Talk show enterprenenur di Halaman Kantor Pusat Bank NTT Sabtu (2/2/2019).

Gubernur NTT dan beberapa Nara sumber tampil memotivasi kaum Milenial dalam upaya membangun diri, kelompok dan Nusa Tenggara Timur, dengan apa yang mereka bisa lakukan.

Menurut dia, jangankan Lu’at Pizza saja banyak orang tidak suka. Demikian juga babi. Hewan piaraan kebnyakan masyarakat NTT itu, tidak makan Kelor tapi jika dilatih pasti mau makan tanaman tersebut.

“Nah ini market yang harus kita bangun dan ini kaum milenial saja yang bergerak. Kalo kita yang bergerak tidak bisa”, ujarnya lagi.

Ia menjelaskan, NTT memiliki kekayaan luar biasa yang bisa kembangkan, namun untuk memulainya dibutuhkan gerak cepat kaum Milenial.

“Menurut saya NTT kaya luar biasa. Saya orang paling bodoh yang menetap di Jakarta. Kalo kita bisa menggerakkan 500.000 anak muda saja maka mimpi untuk mencapai NTT sejahtera pasti dicapai. Tapi sudah ada yang mulai meskipun baru lima, sepuluh orang tapi sudah baik. Kita tinggal jaga supaya berkembang”, kata suami Julia Sutrisno Laiskodat itu.

Mantan Anggota DPR RI ini menjelaskan, ia telah mengelilingi hampir seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur sehingga mengetahui kondisi daerah ini.

“saya sedang bawa wakapolda NTT berkeliling NTT. Dia biar Wakapolda tapi tidak tau wilayah NTT. Biar bapaknya Alor mamanya Rote tapi tidak tau dua wilayah ini. Saya merupakan orang yang sudah berkeliling ke seluruh NTT dan yang menandingi saya konglomerat asal Singapura. Saya sangat tau kondisi NTT”, katanya.

Menurut dia, mengenal NTT merupakan langkah penting yang harus dilakukan, Jika ingin membangun NTT.

“Kenal dulu kekayaan alamnya”, imbaunya.

 

 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »