Kembangkan Lontar Hibrida, Upaya Pertahankan Budaya

Jumat, 15 Februari 2019

Laporan: yasintus fahik

Bupati Sabu Raijua Niokodemus Rihi Heke bersama Ibu

Kupang, flobamoraspot.com – Sabu Raijua merupakan daerah Otonom yang terus berkembang, baik dalam bidang pengolahan Garam, maupun Pertanian dan Pariwisata. Di Bidang Pertanian, saat ini Sabu sedang mengembangkan Lontar Hibrida.

Lontar Hibrida merupakan Program yang digagas bersama Mantan Bupati Marten Dira Tome kerjasama dengan Balai Palm di salah satu Universitas di Manado.

Proses untuk menghasilkan Lontar Hibrida memakan waktu cukup lama dan hingga saat ini Proses kawin silang itu  baru menghasilkan  127 dari 300 anakan yang jadi sejak 2017.

“Apa yang kita lakukan merupakan upaya mempertahankan Budaya. Budaya orang Sabu itu bukan budaya makan, tetapi minum. Sebutan kita itu kita makan gula sabu dan minum Tuak bukan minum gula, karena memang dibuat sebagai makanan, kalo dari Rote cair sabu Punya kental dituang  5 menit baru keluar”, kata  Nikodemus Rihi Heke usai dilantik sebagai Bupati Sabu Raijua Kamis (14/2/2019).

Ia menjelaskan, jika pohon lontar lebih pendek maka perempuan dan anak kecil bisa melakukan penyadapan Air Nira untuk diolah menjadi berbagai bentuk bahan makanan. “Kalo semua sudah bisa sadap berarti produksi semakin banyak. Kalo hasil pengembangan ini berhasil maka dalam waktu 3 tahun sudah bisa produksi kalo yang alamiah usianya bisa sampai 7 tahun baru produksi Nira”, urainya.

Rihi Heke menjelaskan, apa yang dikembangkan mungkin satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »