Narasi Tentang Obyek Wisata Perlu Ada di Setiap Titik Destinasi

Rabu, 6 Maret 2019
Laporan: yasintus fahik

Kadispar Kabupaten Kupang Charles Amekan, S.IP

Kupang, flobamoraspot.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat telah menjadikan Pariwisata sebagai sektor unggulan selama 5 tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Yoseph Adrianus Nae Soi. Karena menjadi program unggulan maka membangun Pariwisata harus dimulai dari hal paling hakiki dan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Hal yang dimaksudkan Gubernur Viktor adalah menyiapkan Cerita tentang obyek – obyek wisata yang ada di NTT.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang Charles Amekan, S.IP ketika dikonfirmasi tentang permintaan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Oelamasi mengatakwn, pihaknya sedang menyiapkan hal itu demi mendukung menarik arus kunjungan wisatawqn ke ovyek-obyek yang ada di Kabupaten Kupang.
“Beberapa menit yang lalu Kepala Bidang Destinasi Wisata baru saja keluar dari ruangan ini. Dan apa yang diinginkan Gubernur itu menjadi penekanan sayq kepada pak Kabid tadi. Memang daya tarik wisata itu di cerita tentang obyek wisata itu”, kata Amekan.
Menurut Amekan, sudah ada brosur tentang obyek wisata di Kabupaten Kupang namun belum lengkap dan informasinya tidak digali langsung dari para Tokoh Adat.
“Obyek wisata Gunung Fatuleu misalnya. Harus ditampilkan cerita tentang tempat itu. Sebelum wisatawan mendaki Gunung Fatuleu harus ada orang yang menceriterakan obyek wisata itu di pintu masuk, sehingga wisatawan bisa tau. Yang lebih menarik gunung Fatuleu itu bahasa adatnya apa kemudian dulu ada apa di situ sehingga namanya Fatuleu. Itu kaitanya dengan tradisi dulu.Termasuk tadi saya sampaikan Baumata. Kenapa disebut Baumata. Bukan sekedar kolam renang”, urai Mantan Kadis Perindag Kabupaten Kupang ini.
Ia menjelaskan, semenarik apapun sebuah obyek wisata jika orang tidak memahami sesuatu tentang obyek wisata itu maka menjadi tidak menarik.
“Dan karena itu kami di Kabupaten Kupang sejak saya ada di sini saya sudah mendorong agar hal itu dibuat”, urainya.
Dia mencontohkan, Candi Prambanan yang selalu menyita perhatian pengunjung di salah satu Stupanya memiliki cerita mistis yang membuat pengunjung tercengang.
“Bahwa Prambanan itu dibangun dengan kekuatan tertentu dan di salah satu Stupa memiliki cerira. Itu yang lebih menarik. Saya ceritakan kepada para staf saya agar mereka bisa buatkan cerita mendalam tentang obyek wisata kita. Mudah-mudahan ke depan kami lebih respek kepada apa yang diinginkan oleh pimpinan kita bapa Gubernur”, katanya.
Ditanya pihak lain yang akan diajak kerjasama dalam mendorong Pariwisata Kabupaten Kupang ia mengatakan, piihak ASITA menjadi salah satu mitra penting dalam mendorong Pariwisata Kabupaten Kupang.
“Kita gandeng ASITA supaya obyek wisata kita bisa masuk dalam paket wisata. Pak Mesak Toy juga orang Timor yang menguasai pasar wisata yang harus kita gandeng”, pungkasnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »