Gubernur NTT Temui dan Berdialog Dengan Kelompok Tani Desa Makun, TTU

Gubernur NTT saat disambut secara adat Warga Desa Makun Kecamatan Biboki Feotleu TTU

Kefamenanu, flobamoraspot.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu laiskodat hari ini melakukan kunjungan kerja ke Kabupten Timur tengah Utara (TTU). Kesempatan ini dimanfaatkan untuk menemui dan berdialog dengan kelompok Tani di Desa Makun Kecamatan Biboki feotleu.
“Selain berdialog dengan kelompok Tani Gubernur juga melakukan penanaman anak Cendana yang dahulu pernah mengharumkan nama Pulau Timor, juga penyerahan anakan Lamtoro dalam rangka menggerakkan masyarakat untuk mengiatkan kembali penanaman Cendana dan Lamtoro. Gubernur juga menjelaskan, visi-misi 5 tahun ke depan”, ujar Karo Humas dan Protokol Setda NTT Dr. Jelamu Ardu Marius dalam live report kepada Radio Tirilolok Senin (11/3).
Hal lain yang ditegaskan Gubernur Viktor Laiskodat adalah perlunya Sumber daya Manusia yang handal dalam mendorong kemajuan NTT. “Dan untuk itu Gubernur menekankan kerjasama antara Gereja dan Pemerintah di semua lini harus digalakan. tadi Pagi Gubernur bersama umat Paroki di sana berdiskusi bagaimana membangun Sumber Daya manusia di Pulau Timor dalam rangka menciptakan manusia-manusia Timor yang Kompetitif tidak hanya di tingkat nasional tapi Internasional, apalagi Pulau Timor berada di Perbatasan dengan Timor Leste dan Australia”, urai Dr Jelamu.
Mantan Kadis pariwisata Provinsi NTT itu menambahkan, setiap tahun Timor Leste menghabiskan uang 28 Triliyun Rupiah untuk membeli ayam dan Gubernur mengharapkan jika suatu saat NTT dapat menyediakan kebutuhan Ayam bagi Timor Leste maka akan ada kerjasama antara dua negara sahabat tersebut.
“Nusa tenggara Timur dan Timor Leste akan bekerjasama dalam rangka pemenuhan kebutuhan ayam dan berbagai kebutuhan lainnya. Dan memang Pulau Timor yang berada paling dekat dengan Timor Leste satu waktu akan menjadi Suplier ayam bagi negara tetangga itu”, ujarnya.
Karo Humas Dr. Jelamu mengatakan, Gubernur pada kesempatan itu menyinggung mengenai export Ikan lele dari Jawa ke timor Leste. “200 ton ikan setiap tahun diexport dari Jawa ke Tiles. Jika di Timor masyarakat bisa menyediakan ikan lele maka export tidak lagi dari jawa tetapi dari Timor. Juga Gubernur bicara tentang kelor yang memiliki banyak varian baik sebagai obat-obatan juga sebagai Kosmetik seperti Sabun”, kata dia.
“juga Gubernur mendorong masyarakat untuk memelihara ternak. Kita tau Timor merupakan salah satu daerah penghasil ternak. Dan tadi juga ditanam Lamtoro kerambah untuk pakan ternak. Diharapkan Lamtoro Kerambah ditanam besar-besaran di NTT”, imbaunya.
Menurut jelamu, Gubernur ingin NTT tidak lagi sebagai daerah termiskin dan tertinggal karena itu ke depan NTT harus menjadi daerah yang Kompetitif dalam rangka mewujudkan “NTT Bangkit Menuju sejahtera”. “Untuk itu dibutuhkan kerja keras kita semua”, pungkasnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »