Sulitnya Mengelola Sampah dan Retribusi Parkir di Destinasi Kolam Baumata

Bapa Eben Beti berdiri di dekat tumpukan sampah di area Parkir kolam Baumata

Kupang, flobamoraspot.com – Siang itu udara cukup panas walau hari masih pagi. Entah kenapa saya tiba-tiba ingin berkunjung ke Kolam Baumata. Letaknya yang tidak jauh dari beranda Kota Kupang membuat saya tidak perlu waktu lama untuk tiba di destinasi Alam nan sejuk itu. Keberangkatan saya ke sana tentu bukan tanpa alasan. Selain ingin melepas rindu karena sudah lama tidak ke sana, juga karena keinginan untuk menulis tentang obyek wisata itu. Sekitar jam 09.45 saya berada di sana setelah menempuh perjalanan 20 menit. Maklum cukup dekat. saya kaget ketika di Area parkir kolam itu.
“Kok Kotor sekali tempat parkir kolam ini. Ini kan wajah kolam terlihat di sini bahkan Baumata secara keseluruhan”, kataku membatin.
setelah berkeliling sebentar saya lalu mendatangi “Kios Alin Baumata”, petak kios milik Pemerintah desa yang disewakan kepada masyarakat lokal. Di sana ada Ina, wanita paruh baya yang sedang berada di kiosnya.
Saya sempat basa-basi dengan Ina, tentang Kolam Baumata terutama petak kios yang disewanya. “Kami sewa satu tahun 500.000 per petak. Cukup ramai apalagi kalo hari Jumat – Sabtu – Minggu atau saat tanggal merah. Banyak sekali orang datang dan kita mendapat untuk dari kunjungan itu”, ujar Ina Beti.
Saya lalu mengarahkan pertanyaan ke soal Sampah. “Di sini soal sampah tidak ada yang kelola pak. Kotor sekali tapi kita mau bilang apa”, demikian jawab Ina.
Area Kolam Baumata menjadi pusat aktivitas Ekonomi di Baumata. Di sana ada 8 Petak Kios milik pemerintah desa, ada Warung Kopi, ada kantor kantor pelayanan kas Kopdit Serviam, Kantor Desa, Pos Polisi dan Puskesmas Baumata. Sangat ramai tempat ini, namun pengelolaan sampah menjadi sisi buruk yang belum bisa diatasi sejak puluhan tahun lalu.
Ebenhaezer Beti suami Ina menambahkan, Sejak Destinasi Wisata itu masih sepi sampai saat ini cukup ramai dikunjungi wisatawan Domestik dan Luar negri, tempat itu tidak pernah kelihatan bersih, selalu Kotor.
“Pengelolaan sampah di area parkir Kolam terbesar di Timor itu tidak dilakukan secara Profesional”, ujarnya. Ia menyebut, ada Papan larangan untuk tidak membuang sampah sembarangan, tetapi tidak ada tempat sampah.
“Dulu saya pernah membuat bak sampah dari papan tetapi setelah penuh mau dibuang ke mana sampah-sampah itu, karena tidak ada area khusus untuk dijadikan tempat Pembuangan Akhir – (TPA) di dekat Kolam Baumata. Saya lalu angkat tangan dan membiarkan kolam area parkir ini kotor”, jelasnya.

Retribusi Parkir

Selain masalah sampah ada juga persoalan retribusi parkir. Dinas perhubungan pernah mengeluarkan Karcis retribusi, namun pengelolaannya hanya sesaat.
“Karcis itu kan ada nilainya jadi saya dibayar berdasarkan Karcis yang laku tapi mungkin orang berpikir saya dapat banyak uang jadi kalo saat ramai Tuan tanah mengambil alih semua area parkir. lama-kelamaan saya merasa dari pada kita konflik lebih baik saya berhenti. karcis saya kasih pulang ke Dinas Perhubungan”, ujar Eben.
Retribusi sangat penting untuk menunjang biaya operasional penanganan Sampah di obyek wisata, karena jika tidak kotor orang tidak akan datang lagi.
“Tapi orang tidak melihat itu. Dan saya hentikan pekerjaan itu. Saya mau jaga hubungan baik dengan saudara-saudara saya di sini”, tambahnya.
Eben berharap, pemerintah ikut campur tangan dalam pengelolaan sampah dan retribusi parkir di Area Parkir kolam Baumata, sehingga dapat memberikan rasa nyaman kepada pengunjung.
“Kalo banyak orang datang akan berdampak pada ekonomi masyarakat lokal”, pungkasnya.

Bp Eben Beti bersama Ina Istrinya di depqn kios Alin Baumata

Ada Homestay di Sekitar obyek Wisata Kolam Baumata

Obyek Wisata Kolam Baumata dilengkapi dengan Homestay yang bisa disewa semalam dua malam. Bagi anda yang ingin menyepi sejenak dari kebisingan Kota, bisa datang ke Baumata. Di sana Lopo-lopo cantik dengan kamar-kamar cukup nyaman.
“Ada Home Stay milik Pak Adi Fanggidae itu bisa menampung 500 orang. juga Home stay Baumata Indah bisa lebih dari 1000 orang”, kata Eben bety.
Wisatawan yang hendak ke Destinasi Alam Kolam Baumata anda bisa memanfaatkan jasa ojek motor sekitar 20.000 atau dengan Mobil rental Grab, Gogo, Taksi Timor Rp.50.000 dan kendaraan Umum lebih murah lagi cuma Rp. 3.000. Di sana anda bisa memasuki Kolam Baumata baik untuk mandi maupun untuk foto-foto dengan uang Rp.7.000. Murahkan !!!

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »