Merawat Keberagaman, Pemerintah NTT dan Lembaga Agama Berdialog

Gubernu dan Tokoh Agama Se-NTT

Kupang, flobamoraspot.com – pemerintahan NTT dengan para pimpinan lembaga keagamaan se-NTT menggelar dialog dengan Topik: “Dialog Nusa Tenggara Timur dalam Upaya Merawat Toleransi, Kerukunan dan Keharmonisan Hidup atas Keberagaman di NTT dalam Memberikan Kontribusi terhadap Pembangunan dalam Spirit NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai NKRI”. Wakalpoda NTT menjelaskan, topik tersebut dipilih karena akhir-akhri ini nilai-nilai kerukunan di NTT maupun di Indonesia sudah mulai luntur.

Apabila ini tidak dirawat maka persatuan akan rusak dan hancur dan NKRI menjadi taruhannya. “Dialog ini betul-betul suatu peristiwa yang sangat penting di dalam merawat toleransi, kerukunan dan keharmonisan hidup antar umat beragama dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” kata wakalpoda NTT Brigpol Johanis Asadoma yang tampil sebagai Moderator pada dialog, Selasa (9/4) di Hotel Aston Kota Kupang.

 Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang hadir sebagai pemateri mengatakan, diolog tersebut perlu dilakukan karena berbagai alasan, salah satunya terkait kontestasi politik pada Tanggal 17 April mendatang. dimana akan berlangsung pemilihan Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten / Kota secara serentak untuk pertama kali di Indonesia.

“Untuk itu, menjadi masalah yang sangat penting di Nusa Tenggara Timur kita perlu berdialog untuk mengantisipasi kondisi-kondisi yang menurut saya eskalasinya makin hari makin membuat kita perlu waspada,” tutur Viktor Laiskodat.

Ia menuturkan, dengan melihat kondisi politik saat ini tidak menggambarkan semangat NKRI, sehingga dialog ini perlu dilakukan agar tidak menimbulkan kecurigaan satu sama lain dalam hidup keberagaman.

“Dalam kegalauan saya, saya berpikir untuk kita segera bertemu dan berdialog,” ungkap Gubernur. Ia mengatakan bahwa permasalahan sekarang bukan masalah agama, melainkan masalah tatanan struktur berpikir dari sebuah bangsa besar.

Gubernur NTT juga mengungkapkan bahwa Pancasila adalah suatu ideologi yang final. “Kita telah mendapatkan kemerdekaan ini, sebagai bentuk anugerah Tuhan yang harus kita kelola untuk kepentingan umum. Kalau kita (provinsi NTT) mau bermimpi sebagai provinsi yang sejahtera, tapi kalau NKRI-nya rusak maka mimpi itu sia-sia. Mimpi itu percuma. Karena dia harus ada dalam bingkai NKRI,”ungkapnya.

Dialog tersebut menghasilkan komitmen bersama antara pemerintahan NTT dengan lembaga keagamaan seprovinsi NTT tentang partisipasi lembaga keagamaan terhadap program pembangunan provinsi NTT 5 tahun ke depan. Tanda tangan komitmen tersebut dilakukan oleh kedua pihak. Gubernur NTT sebagai Pihak pertama, dan pihak kedua adalah lembaga-lembaga keagaaman provinsi NTT.

Penulis: Yayi Blegur

Editor: sintus

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »