Jalan Salib Pemuda Lintas Agama di Amanuban Ditunda


Kupang, flobamoraspot.com – Setiap tahun, Pemuda Lintas Agama di Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menggelar Jalan Salib Eukumene pada hari Senin setelah Paskah, namun tahun ini jalan Salib ke-8 itu ditunda karena berbagai alasan.

“Tahun ini ditunda sampai dengan 30 April karena dua alasan, pertama Minggu ini anak  anak-anak SD dan SMP sedang mengikuti Ujian Nasional dan yang kedua sebagian  besar Panitia masuk dalam Penitia Pemilu (KPPS)”, ujar Pendeta Saneb Blegur dari Amanuban Timur, Kabupaten Timor tengah Selatan dalam live report bersama Karo Humas Setda NTT Dr. Jelamu Ardu Marius dengan Radio Tirilolok Swara Verbum Jumat (26/4).

Menurut dia, Kegiatan keagamaan yang seluruh pelakonnya mengenakan pakaian adat Timor, Amanuban itu akan dihadiri oleh Seluruh Jemaat seklasis Amanuban Timur juga Orang Muda Katolik, Remaja Masjid dan undangan lainnya dari Pemerintah Kabupaten TTS dan Provinsi.

“Target Peserta bisa mencapai 1000 orang”, katanya Singkat.

Mengenai apa saja peran  Pemuda lintas Agama Ia mengatakan, dalam Prosesi ini para peserta akan melewati tujuh titik salib dengan jarak dari titik ke titik sepanjang 7 kilo meter dan di dalamnya ada ruang yang diberikan kepada mereka.

“Nah di setiap titik itu sudah ada tema-tema yang diatur oleh Panitia dan sudah ada pembagian untuk saudara-saudari kita dari OMK dan Remaja Masjid dan juga gabungan dari lintas agama. Ada ruang yang diberikan kepada mereka”, tuturnya.

Ketika ditanya Karo Humas, apakah akan menjadi  event Wisata Rohani yang digelar setiap tahun, Penedeta asal Alor ini menjelaskan, sejak tahun pertama sampai saat ini animo umat untuk datang menyaksikan kegiatan ini terus  bertambah sehingga sangat mungkin menjadi Wisata Rohani.

“Misalnya Pemuda-pemudi dari TTU, Komunitas Peace Maker dari Kupang setiap tahun ikut kegiatan ini. Yang kami lihat adalah kegiatan ini punya daya tarik tersendiri bagi kaum muda karena mereka menyaksikan secara langsung adegan penangkapan, Peniksaan dan penyaliban Kristus. Jadi Tradisi ini kalo dipertahankan akan membawa daya tarik bagi Umat dari luar yang belum melihat kegiatan seperti ini”, urainya.  

Karo Humas dan Protokol Provinsi NTT Dr. Jelamu mengatakan, even ini sangat layak untuk dipromosikan sebagai Wisata Rohani kepada para peziarah  dari berbagai wilayah.

“Pak Pendeta kita harapkan nanti tidak hanya dari daratan Timor yang akan hadir pada tahun-tahun akan datang mungkin nanti diperluas dan dipromosikan ke berbagai wilayah sehingga para peziarah memiliki banyak agenda. Kita harapkan masyaraakt TTU, Belu Malaka yang memantau siaran ini bisa mengmabil bagian pada kegiatan ini”, kata Marius.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »