Pantai Manikin Ohh…. Nasibmu Kini


Pantai Manikin. Nama ini telah saya dengar sejak lama, namun baru kali ini saya menginjakkan kaki di obyek wisata Pantai di Kabupaten Kupang itu.

Sesuai namanya, Manikin (Dingin, Bahasa Timor, mungkin ada arti lain dalam bahasa lain) tempat ini cukup sejuk karena dipenuhi pepohonan di pinggir pantai. Menelusuri jalan menuju pantai itu cukup membuat anda enjoy karena di kiri kanan jalan ada hamparan sawah dengan bulir Padi yang menguning memanjakan mata. Indah itulah kesan pertama saat anda membelokkan kendaraan ke arah kiri setelah SD Manumuti, Tarus Kabupaten Kupang, Jalan Timor Raya, kira-kira 10 Km dari pusat Kota Kupang.

Melihat hamparan sawah dengan padi pada menguning siap dipotong saya teringat sebuah lagu yang dirilis Frenky n Jane di tahun 1960-an “Untukmu Gadisku”

Untukmu Gadisku

Dengar angin mengusik batang-batang padi
Sebelum matahari meninggalkan senja
Dengar juga senandung dibalik jendela
Sebelum memasuki sunyi

Rumah kecil……..
Bukalah pintu pagarmu
Kan ku ajak gadismu meninggalkan kamarnya
Memetik kembang-kembang rumput liar
di pematang
di sisi kali

Lihat lah disana gadis ku
Perahu para penggali pasir
Anak2 gembala bertopi koran
berangkat pulang ke rumah

Malam ohhh malam
Jangan termenung disini
Jangan kurung gadisku dengan sayapmu

Biarkan dia bersama cahaya
Yang memancar dari cintaku

Lihatlah disana gadisku
Perahu para penggali pasir
Anak2 gembala bertopi koran
Berangkat pulang ke rumah..

Lantas, apakah kondisi Pantai Manikin masih seindah alunan batang-batang padi yang ditiup angin senja sebagaimana digambarkan penyanyi kawakan Frengky n Jane dalam lirik lagu di atas ?. Jawabannya bisa iya bisa juga tidak. Karena yang tersisa hanya pantainya. Pantai sepnajang kurang lebih 3 km yang terletak di Kabupaten Kupang, tepatnya di Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah ini memiliki pesona yang menawan. Apalagi bila pantainya sedang surut. Mata anda akan disuguhkan dengan pemandangan batu koral sepanjang bibir pantai. Bayangkan, sejauh mata memandang di Pantai Manikin, anda akan melihat perpaduan antara batu koral dan birunya air laut.

Ketika datang pada siang hari anda akan merasakan panasnya Matahari membakar kulit manjamu. Tapi jangan khawatir. Pepohonan di sekitaran pantai akan menawarkan kesejukannya.

Lalu bagaimana dengan faslitas pendukung di area Pantai Manikin ? Parah, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi Pantai Manikin. Ada  satu bangunan permanen (Pos Retribusi) di pintu masuk yang baru dibangun namun tidak ada petugasnya (saat kami ke sana), 2 buah lopo, 1 toilet dan 1 buah kolam renang dan satu bangun dengan tempat duduk permanen yang letaknya berhadapan dengan pantai. Sayangnya, fasiltas-fasilitas tersebut kurang terawatt sejak dibangun puluhan tahun silam.

“Bangunan dan kolam kok tidak terawatt ya”, kataku membatin

Di Bagian Barat terdapat sebuah pondok berbahan kayu yang dibangun apa adanya di bawah rimbunan pohon duri. Anda mungkin tidak mendapat kenyamanan dari kedua lopo tersebut, namun duduk bernaung di bawahnya, bisa membuat anda nyaman sambil menikmati keindahan pantai bersama, keluarga atau orang-orang yang anda sayangi.

Berada di pantai Manikin hingga sore hari akan membuat kekecewaan anda terhadap fasilitas yang tidak memadai terlupakan  karena keindahan Sunset di bibir pantai.

Wah… pantai Manikin keren kan? Jadi, bagi anda yang hobby jalan-jalan dan menjadikan pantai sebagai spot foto, sayang sekali kalau tidak mengunjungi pantai ini. Pastikan anda punya koleksi foto di Pantai Manikin yang hanya dicapai dengan 20.000 – 50.000 untuk menyewa  Ojek Motor ataupun Taksi.

Sampai jumpa di Pantai Manikin.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »