Enggang Betangke, Warnai Pentas Seni SPEKSANYO

Kupang, Sekolah Menengah Pertama Katolik Santo Yosep – SPEKSANYO Naikoten Kupang Sabtu (11/5/2019) menggelar Pentas Seni melibatkan 100 lebih siswa kelas VII dan VIII.
Salah satu Tarian yang ikut mewarnai PentasSeni tersebut adalah Enggang Betangke, sebuah tarian daerah asal Kalimantan. “Kehadiran Tarian dari daerah lain sangat penting dalam membina persatuan dan kesatuan NKRI”, kata Penata tari Enggang Betangke Kung Opa ketika ditemui Wartawan usai penampilan anak-anak asuhnya.
Menurut Kung, untuk menjiwai Tarian itu lima orang anak asuhnya harus berlatih selama 1 Minggu.
“Anak-anak perlu diperkenalkan dengan budaya daerah lain, selain Tarian daerah NTT. Kita ini kan NKRI”, tambahnya diamini lima Penari masing-masing Dea Seran, Rinta Pangaribuan, Dona Sumbi, Aurora Leda dan Rayna Hotty, Penari Tarian Enggang Betangke di halaman sekolah itu.

Kepala SMPK Snato Yosep Naikoten Romo Amandus Ninu mengatakan, seluruh Civitas Akademika SMPK Santo Yosep patut bersyukur atas pelaksanaan kegiatan hari ini.
“Tuhan memberikan anak-anak yang luar biasa sehingga mereka mampu melaksanakan kegiatan ini, mereka mencari dana sendiri. Seluruh guru dan Kepala Sekolah mendukung sepenuh hati”, ujar pelantun “Adik Menangis Satu malam” itu.
Ketua Panitia Kegiatan Xaverius Gaja, S.Pd menjelaskan, kegiatan dibagi dalam 5 Paket yang terdiri dari Paket I, Paduan Suara 3 Lagu (Doa Anak Negri, Kupang Manise & Jam Pukul Lima), disusul Puisi Bahasa Inggris, Tarian Lamaholot dan Drama bahasa Indonesia.
“Paket II : Paduan Suara 3 lagu (Es Kaubele, Ele Moto dan 10.000 Reason), Tarian Enggang Betangke, Duet Vocal dan Musicalisasi Puisi”, jelas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan itu. .
Menurut dia, di sela-sela penampilan peserta PentasSeni ada Sambutan Romo Kepala Sekolah didampingi Ketua Osis dan Wakil Ketua Osis.
Paket III Tarian Kontemporer, Paduan Suara: 3 lagu (Ana Sai, Ona Miate dan Sing Alleluya), Drama Bahasa Indonesia dan Stand up Comedy.
“Diselingi Sambutan Romo Sekretaris Eksekutif Yayasan Swastisari KAK”, tuturnya lagi.
Paket IV Tarian Hodi Kotek, Dance, PaduanSuara 3 lagu ( Benggong, SInanggar Tulo dan Falling ini love), disusul Band 2 lagu dan Tarian Ja’i.
Paket V, diisi dengan PaduanSuara 2 lagu (Bengu Rele Kaju dan Karena Cinta), 2 solo vocal dan Fashion show.
“Seluruh rangkaian acara dibuka dengan Drum band, Tarian Usif Sonbai dan Puisi, ditutup dengan Parade Flobamora dan NTT bercerita”, pungkasnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »