Pantai Sulamanda Jadi Lokasi Bulan Bakti Gotong-Royong Tingkat Kecamatan Kupang Tengah


Kupang, flobamoraspot.com – Peringatan Bilan Bakti Gotong-royong, Hari Keluarga Nasional dan Hari Kesatuan gerak PKK tingkat Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang baru dilakukan pada pertengahan Bulan Mei 2019. Seluruh Kegiatan dipusatkan di Pantai Sulamanda (Akronim dari Sudah Lama Aku Menunggu Anda) yang  akhir-akhir ini mulai  gencar dipromosikan kepada khalayak.

Kehadiran para ASN tingkat Kecamatan Kupang, Para Babinsa di seluruh Kedesaan lingkup Kecamatan Kupang, Anggota Polri – Polsek Kupang Kupang  dan ratusan masyarakat di obyek wisata itu menjadi Salah satu bentuk promosi yang memiliki daya ungkit yang luar biasa.

“Biasanya setiap tahun kami menentukan satu titik dan hari ini kami bersepakat bersama Para Kepala Desa memilih Pantai Wisata “Sulamanda” menjadi tempat kegiatan kita. Sulamanda kalo ibarat Gadis sedang bertumbuh dengan cantiknya perlu kita dukung dan promosikan ke laur”, kata  Sekretaris Camat Kupang Tengah Reny Muskanan Folla dalam live Report dengan Radio Tirilolok Kamis (16/5/2019).

Menurut dia, Pantai Sulamanda sudah  menjadi Icon wisata Pantai di Kabupaten Kupang dan dua tahun belakangan berbenah diri menjadi obyek wisata baru.

“Soal Pembenahan, kami kecamatan mendukung saja karena kami tidak diberi pagu anggaran untuk pembangunan fisik. Kami baru sampai pada tahap perencanaan bersama para Kepala Desa belum pada tahap membiayai”, tambahnya lagi.

Mengenai even Hari Keluarga Nasional, Hari Bakti Gotong-Royong dan Hari Kesatuan Gerak PKK 2019 Reny mengatakan, keluarga merupakan sel terkeccil dalam sebuah Negara dan darinya tumbuh nilai kegotongroyongan.

“Makanya Hari Keluarga Nasional disatukan dengan Bulan Bakti Gotong-royong dan hari Kesatuan gerak PKK. PKK itu di dalamnya ada mama-mama juga segelintir bapak-bapak yang melibatkan diri. Ada kesinambungan di situ”, urainya.

Kades Mata Air, Benyamin Kanuk mengatakan, Obyek wisata Sulamanda akan dibenahi terus untuk meningkatkan pendapatan masyarakatnya. “Dengan adanya saya memberikan nama Pantai Sulamanda maka Pantai ini akan dikenal dan banyak orang datang ke sini, terutama masyaraakat Desa Mata Air. Ke depan akan menjadi obyek pariwisata yang terkenal,  menjadi icon wisata pantai yang baru dua tahun belakangan dikembangkan”, ujar Kanuk.

Ditanya apa fasilitas yang sudah disiapkan di obyek wisata itu Beny mengatakan, ada berbagai faslitas seperti  Lopo, Lapak dan MCK. “Juga tempat wedding dan deretan pohon Bakau yang bisa disulap menjadi Jembatan Mangrove di kiri – kanan dan ditengahnya bisa dibuat kerambah untuk memelihara ikan air Payau, kepiting dan udang Lobster”, jelasnya.

 Erny Oematan , Salah satu penjual di Pantai Sulamanda mengaku, mendapat untung dari aktivitasnya sehari-hari di obyek wisata itu. “Memang tidak semua hari tapi kalo hari Jumat, Sabtu, Minggu dan hari Libur itu lumayan penghasilan kami”, pungkasnya.  

Kegiatan Bulan Bakti Gotong-royong, Hargamas dan Hari Kesatuan Gerak PKK diisi dengan upacara dam aksi bersih Pantai Sulamanda.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »