Gubernur NTT Minta Para Bupati Bangun Kolaborasi Ekonomi

Labuan Bajo, flobamoraspot.com – Gubernur NTT dan seluruh Bupati / Walikota berlari cepat mendorong ketertinggalan di NTT. Seperti dilaporkan Karo Humas NTT Dr. jelamu Ardu Marius dari Labuan Bajo dalam Live report dengan Radio Tirilolok Senin (10/6) Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meminta para bupati dan walikota se-NTT untuk membangun kolaborasi ekonomi antar daerah di NTT.
“Gubernur NTT Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat dalam kesempatan Rapat kerja ini mengatakan bahwa NTT ke depan harus dibangun dengan cara-cara invatif dengan pemikiran-pemikiran cemerlang baik di tingkat Provinsi maupun di Kabupaten Kota se-NTT”, lapor Karo Humas dan protokol NTT Dr Jelamu.
Lebih lanjut Marius melaporkan, dalam Rakor itu Gubernur Viktor melontarkan ide pembentukan Masyarakat Ekonomi Nusa Tenggara Timur, karena NTT memiliki produk-produk ekonomi yang belum dikelola secara baik dan tidak dilakukan secara kolaborasi sehingga ke depan perlu melibatkan berbagai pihak.
“Terkait ide Pembentukan Masyarakat Ekonomi Nusa tenggara Timur Gubernur Viktor mengatakan bahwa NTT memiliki banyak produk-produk ekonomi yang selama ini tidak dikembangkan dengan baik sehingga NTT masih sebagai Provinsi Miskin dan terbelakang, karena itu ke depan Gubernur mendorong para Bupati / walikota melibatkan semua pelaku usaha yang ada”, tuturnya.

Selama ini potensi yang dimiliki Provinsi NTT belum dikelola secara maximal.
“Padahal NTT memiliki banyak potensi ekonomi, yang sangat besar. Dan ke depan NTT akan menjadi provinsi yang kompetitif apabila kabupaten Kota se – NTT bersama pelaku Ekonomi di NTT bekerja keras dengan cara-cara yang luar biasa”, katanya.
Dia menambahkan, Gubernur Viktor juga menginginkan sistem distribusi dan pemasaran produk unggulan dilakukan dengan sistem silang sehingga saling melengkapi dan memenuhi kebutuhan antar daerah.
“Pembentukan Masyarakat Ekonomi NTT ini intinya adalah semua produk lokal yang dimiliki harus menjadi tuan di rumahnya sendiri, karena itu pemasaran seluruh produk harus diatur secara baik. misalnya ketika Sumba Barat membutuhkan Kopi tidak harus mendatangkannya dari Luar NTT tetapi bisa mendatangkan dari Manggarai. Ketika Ende membutuhkan sapi bisa didatangkan dari Sumba. Demikian juga bawang Merah tidak perlu didatangkan dari Surabaya tetapi dari Rote Ndao atau Malaka”, tandasnya.
NTT memiliki berbagai produk unggulan di setiap kabupaten kota seperti kopi, mente, kakao, bawang dan produk lainnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »