Piter Ch. Sabaneno: Harus Ada Profil Pariwisata

Kupang, flobamoraspot.com – Kabupaten Kupang memiliki 46 spot Pariwisata yang hingga saat ini belum dibenahi secara baik untuk menambah daya tarik.
Kadis Pariwisata Kabupaten Kupang Drs. Pieter Charless Sabaneno ketika ditemui Media di Ruang Kerjanya Kamis (13/6/2019) mengatakan, membangun Pariwisata harus dimulai dari hal paling mendasar.
“Harus ada Profil Pariwisata. Saya sudah rapat dengan staf dan saya perintahkan, tiap destinasi itu harus dibuat dalam 1 buku. Ada kendala segera lapor supaya kita cari solusi jangan diam tiba-tiba saya tanya baru bilang bapa ini belum. Saya tidak mau itu. Jarak ke destibasi ini sekian kilo, faslitasnya apa, kuliner, tempat penginapan dan fasilitas lainnya apa, harus dikasihtau kepada tamu. Nanti kita akan kerjasama dengan bandara. Kita dapat satu buket. Di bandara nanti kita punya buket satu dalam bentuk lampu (running text) sehingga orang bisa lihat. Tidak perlu kita tawarkan, saat dia butuhkan langsung ingat ah kayaknya saya pernah baca di mana ko langsung ingat. Kita jangan berharap berbuat sesuatu hari ini besok dapat hasilnya. Itu tidak mungkin. Dia butuh waktu tapi harus mulai kalo tidak mulai maka tidak akan pernah ada”, urai Sabaneno.
Ia menambahkan, setiap lahan yang mau dibangun harus dilengkapi sertifikat sehingga jika ada pihak ketiga yang mau membangun fasilitas apa dipersilahkan.

“Tidak mungkin pemda dapat membangun semua fasilitas ibarat surga di itu tempat pasti ada-ada saja kekurangannya. Pihak ketiga dia lihat ah ini kalo saya kerjasama dengan Pemda saya yang tangani itu. Dia yang bikin sudah segala macam di situ sudah. Bangun bom air di situ daya tarik semakin tinggi. Jadi jangan dia datang sampai sini baru dapat ketrangan kita harus punya buku profil pariwisata. Isi perut semua ada di situ. Sehingga orang dari jakarta atau dari luar datang dia bisa lihat peluang usaha”, ujarnya.


Lebih jauh ia menjelaskan, harus ada gambaran tentang 46 titik destinasi yang ada di Kabupaten Kupang.
Pertama perencanaan dari semua destinasi yang mau dibangun harus ada speknya sudah jelas jadi saat sudah ada dana kita sudah tau tempat mana yang mau di bangun dan lokasinya.
“Kedua, pembebasan tanah dari semua wilayah destinasi harus pasti karena jika sudah dicurahkan anggaran besar dan tiba-tiba tuan tana ambil kembali itu yang harus diperhatikan. Saat Pembebasan harus ada ‘hitam diatas putih’. Harus pasti”, tegas Mantan Kepala Bappeda ini.

Ketiga, dalam 46 destinasi ini harus ada skala prioritas, mana prioritas pertama, mana yang kedua, mana yang ketiga dan seterusnya sesuai dengan masa kepemimpinan Kepala Daerah. “Lalu semua yang dirancang harus ada dalam GPS. Itu cita-cita yang diimpikan agar dalam tahun ini sudah tercapai, harus serius untuk diselesaikan”, tuturnya.
Disinggung mengenai Dana pembangunan Obyek Wisata Pieter mengatakan, jika hanya mengandalkan dana dari APBD maka tidak akan bisa. “Ada Dana tunggu di Provinsi maupun Kementrian. Tinggal menunggu kita datang. Saya mantan kepala Bapeda jadi saya tau. Kalau kita berharap anggaran di DPA tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi kita modal proposal saja tapi langsung dengan spek, detail dengan perencanaan dan angka-angka”, pungkasnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »