Pemkab Kupang, Penuhi Permintaan Warga Desa Oelnasi Terhadap Air Bersih

Kades Oelnasi Yusak Lenati


Oelnasi, flobamoraspot.com – setelah melalui jalan panjang dan berliku akhirnya keluhan masyarakat desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timmur, Indonesia, terjawab.
Kepala Desa Oelnasi Yusak Lenati ketika ditemui Media ini di Kantornya Senin (24/6) terkait sikap Pemerintah Kabupaten Kupang terhadap persoalan air bersih yang dialami masyarakat desa tersebut mengatakan, ia sangat berterimakasih kepada Pemerintah kabupaten Kupang dalam hal ini Wakil Bupati Kupang atas kepeduliannya terhadap keluhan masyarakat terhadap kesulitan mengakses air bersih meski berada di pinggir bendungan Tilong.
“Saya berterimakasih kepada Wakil Bupati Kupang bapak Jery Manafe yang telah memerintahkan dinas PU dan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 yang ada bersama di Ruang Kerja Wakil Bupati dalam pertemuan untuk membahas hal tersebut. Juga saya berterimakasih kepada bapak (Wartawan flobamoraspot.com) yang telah menyampaikan keluhan kami kepada pak Wakil”, ungkap Lenati.
Ia mengatakan, Kepala Dinas PU Joni Maklon Nomseoh telah diberi tugas oleh Wakil Bupati untuk turun ke desa Oelnasi guna melihat dari dekat bak-bak air dan instalasi pipa yang telah dikerjakan pada 2002 lalu namun tidak dialiri air.
“Dalam Minggu ini katanya mereka turun untuk melihat sarana prasana yang telah dipasang, ada pipa dan bak yang sudah dibangun. Sebagian pipa pernah dibongkar karena masyarakat kecewa tidak ada air dan diamankan di Polres Kupang. tinggal dilaporkan dan diambil kembali atau pemerintah maunya seperti apa, beli baru atau karmana”, tututrnya.
Yusak menjelaskan, selain desa Oelnasi, kesulitan air bersih juga dialami warga desa Oelpuah dusun 5 kampung Sabaat yang mengalami nasib sama.
“Dusun 5 Kampung Sabaat itu berada di batas wilayah desa Oelpuah dan Oelnasi. tidak dapat air juga pak”, jelasnya.
Selain Air bersih, Pemerintah Kabupaten juga akan memfasilitasi perbaikan jalan menuju bendungan Tilong sejauh 5 Kilo meter.
“Jalan ke sini ini sudah banyak memakan korban karena silih lubang. Kami harapkan tidak hanya 5 km”, katanya.
Mengenai rencana menata area luar Bendungan Tilong sebagai destinasi Pariwisata yang menarik ia mengatakan, hal itu belum disinggung Wakil Bupati dalam pertemuan beberapa waktu lalu, sehingga dalam waktu dekat ia akan kembali menemui orang nomor dua di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kupang itu untuk menyampaikan persoalan tersebut.
“Saya rencana, kalo ada kegiatan di Kantor Bupati saya manfaatkan kesempatan untuk bertemu pak Wakil Bupati untuk bicara ini.
Menurut dia, Pemerintah Desa Oelnasi akan mengelola Bendungan Tilong sebagai obyek wisata yang bisa menjadi pilihan untuk berkunjung pada akhir pekan dan hari libur dengan membangun lopo – lopo atau Homestay bagi pengunjung.
“Pemerintah Desa akan membuat Perdes untuk melindungi Bendungan Tilong dari pencurian ikan, karena selama ini masyarakat dari luar desa Oelnasi melakukan penangkapan ikan secara bebas. yang biasa jual di pinggir persawahan Tarus Manumuti dan di ujung jembatan Tarus itu pernah saya tanya kamu ambil ikan dari mana mereka bilang kami tangkap dari Tilong. Ini yang kita mau tertibkan”, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »