Jalan Masuk Destinasi Alamanda Rusak Parah

Kadus III desa Sumlili Eliazar G Tallo dan warga sedang berada di atas jalan buruk meniju obyek wisata Alamanda. Pemerintah tolong perhatikqn jalan kami.

Pantai Alamanda yang dulu biasa dikenal dengan pantai Batulesa pada awal Agustus 2019 akan dikunjungi oleh sekitar 2.000 pengusaha. Namun, tahukah anda bagaimana kondisi jalan menuju obyek wisata yang mulai ramai dikunjungi itu ?
Flobamoraspot.com yang menelusuri “Via Dolorosa” itu merasakan buruknya akses jalan tersebut. Motor yang ditumpangi harus dikendalikan dengan hati-jika tidak tidak ingin mencium batu karang yang mulai menganga karena matrial di celahnya sudah tergerus. Flobamoraspot yang melintasi ruas jalan itu merasakan ekstrimnya jalan itu.
“Jalan masuk ke sini sepanjang 9 km yang agak baik itu hanya 2 km sisanya sangat parah”, kata Kepala Dusun III desa Sumlili Eliazar G. Tallo dalam bincang-bincang dengan flobamoraspot.com di salah satu Lopo dalam area Destinasi Wisata Alamanda Jumat (5/7).

Tiga gadis cantik ini sedang berada di samping 3 salib yang ditanam di atas Batulesa di tepi pantai Alamanda. Mereka menikmati keindahan pantai dari ketinhgian 20 m. Waduh indahnya Pantai ini

Menurut Tallo, pantai Alamanda berada di wilayah dusun V dengan panjang garis pantai sekitar 4 km
Untuk masuk ke destinasi ini anda harus bayar 5.000 per kendaraan roda dua dan 10.000 untuk roda empat.
“Obyek wisata ini sedang kita benahi. Ada 7 lopo yang sudah kita bangun. Dan dalam rencana kita batulesa (sebuah batu setinggi 20 m di tepi pantai) akan kita sulap jadi perahu karena memang bentuknya seperti perahu”, kata Tallo.
Ketika disinggung mengenai rencana kedatangan 2.000 pengusaha ke Pantai Alamanda Eliazar Tallo mengaku senang.
“Yaah mudah-mudahan mereka bisa menyumbangkan sesuatu untuk pengembangan pantai ini
Apalagi mereka orang-orang sukses:, ujarnya.
Mengenai sarana pendukung lain seperti MCK untuk kepentingan kunjungan itu Tallo mengatakana, di sini ada 4 MCK dengan kondisi belum siap.
“Satu Kamar WC pintunya baru diganti sisanya masih darurat. Sebelum kunjungan para pengusaha sudah harus diganti. Kita tidak terlalu pikiran karena akan ada WC mobile dari Pemerintah”, tuturnya.
Ketika ditanya mengenai pengelolaan kebersihan pantai selama kunjungan para pengusaha ia mengatakan, kebersihan hal penting yang harus diperhatikan.
“Sore ini (kemarin) kita adakan bakti sosial untuk pembersihan lokasi wisata”, katanya.
Kepala Desa Moses Seprianus Tomasoi yang hendak ditemui di Kantornya tidak berhasil karena sedang tidak berada di tempat. Begitu juga ketika Media ini menghubunginya lewat Phonecell tidak digubris.
Hal yang sama terjadi pada Camat Kupang Barat Yusak Ullin.
Yusak yang dihubungi lewat Nomor WHATSAP Sabtu (6/7) siang tidak ada jawaban.
Kedua pejabat tersebut mau dikonfirmasi terkait kesiapan di lapangan menyambut kedatang 2.000 tamu ke wilayah itu, karena sesuai pantauan Media ini, area Destinasi pantai Alamanda masih kotor.
Sebelumnya Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, telah berkunjung ke dua,lokasi wisata yang akan menjadi pusat aktivitas 2000 pengusaha masing-masing Pantai Batulesa (sekarang Alamanda) dan Obyek wisata Gunung Fatuleu.
Ketika di Gunung Fatuleu Jerry Manafe melakukan pertemuan dengan Camat dan Kepala Desa setempat dan seluruh Panitia.

“Pastilkan para pengunjung aman dan nyaman menikmati udara gunung Fatuleu. Begitu juga di Pantai Batulesa (Alamanda)”, tegasnya dalam rapat itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »