Pantai Sulamanda Tidak Aman ?

Warga Desa mata Air sedang Gotong – Royong di Pantai Sulamanda. Diabadikan beberapa waktu lalu


Mata Air, flobamoraspot.com – Keamanan dan Kenyamanan merupakan faktor paling penting yang perlu dijamin oleh Pengelola obyek wisata. Sekali tidak aman maka selamanya akan menjadi buah bibir dan jika hal ini terjadi maka bukan tidak mungkin obyek wisata itu tidak akan dikunjungi lagi.
Demikian pendapat yang disampaikan Guru SEKAMI (Sekolah Minggu) Santa ursula Maria Heda kepada flobamoraspot.com di Obyek wisata Pantai Sulamanda Desa Mata Air, Kecamatan Kupang tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Maria menjelaskan, pantai Sulamanda tidak steril dari tangan – tangan jahil. “Pantai ini tidak aman. Kami bersama anak-anak mandi, setelah itu kita kembali tas dan isinya pakaian, ada baju dan celana milik Deodatus, aqua botol sedang 2 botol di atas motor beat tidak ada lagi”, ungkapnya.
Menurut dia, petugas parkir harus memperhatikan atau paling tidak mengingatkan pengunjung untuk tidak meninggalkan barang di atas motor.
“Tanya di petugas parkir dong sonde tau, tanya di tanta penjaga kios dekat lopo bilang sonde biasa hilang barang. Bilang tidak pernah kejadian begitu. Kita akhirnya pulang dengan kecewa”, ujar Maria.
Sementara itu Kepala Desa mata Air Benyamin Kanuk yang dihubungi pertelepon mengaku prihatin dengan keadaan ini dan berjanji akan menyampaikan hal ini kepada pengelola.
“Nanti saya sampaikan ke BUMDes sebagai pengelola”, tegasnya.
Ia mengatakan, sesuai laporan yang ia dapat justru kehilangan barang terjadi di luar area Pantai Sulamanda. “Yang saya dapat informasi itu kehilangan helm di tempatnya H. Rahmat (bersebelahan dengan pantai Sulamanda). Jadi saya minta anak-anak untuk perhatikan semua pengunjung untuk datang masuk ke Pantai bukan ke tempat lain lalu mengadu ke Pengelola ketika terjadi kehilangan”, urainya.
Ia menegaskan, akan meminta pengelola untuk menertibkan seluruh pengunjung Pantai Sulamanda sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “kejadian begini tidak boleh terjadi lagi”, tegasnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »